Anemah (80), warga Desa Cipanas, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (18/1) meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar. Dia terbakar besama uang puluhan juta karena terjebak dalam peristiwa kebakaran yang juga menghanguskan bangunan tempat tinggalnya.
Kapolsek Cipatujah, AKP Supian membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah yang menewaskan salah satu penghuninya.
"Korban bernama Anemah, usia 80 tahun karena terjebak dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Cipanas," katanya.
Supian menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari pemilik rumah yang bernama Wahidin, kebakaran berawal saat hendak melaksanakan salat. Ketika itu, Wahidin melihat korban api yang telah membakar rumah semi permanen berukuran 60 meter persegi.
"Pemilik rumah sempat berteriak meminta bantuan tetangga, upaya pemadaman secara manual pun dilakukan. Namun rupanya api yang cukup besar itu cepat menjalar dan membakar material yang mudah terbakar," jelas Supian.
Kobaran Api Sulit Dipadamkan
Diketahui, api yang membakar rumah Wahidin cukup sulit dipadamkan sampai akhirnya seluruh bangunan pun hangus terbakar. Diketahui, saat api membakar rumah Wahidin, seorang penghuni rumah yang berusia lanjut bernama Anemah tidak bisa menyelamatkan diri.
Dalam olah tempat kejadian perkara, diketahui Anemah dalam kondisi tertimpa material bangunan yang ambruk akibat hangus terbakar.
"Jasadnya ditemukan di reruntuhan bangunan dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat," ucapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, diduga api yang membakar rumah Wahidin berasal dari tungku pembuatan gula aren.
Diduga tungku yang masih menyala itu membakar papan kayu rumah dan kemudian menjalar ke sejumlah bagian rumah lainnya. Diperkirakan, kerugian akibat peristiwa kebakaran ini mencapai Rp100 juta.
"Kerugian materil ditaksir Rp70 juta dan di dalam rumah terdapat uang Rp30 juta yang ikut terbakar," katanya.