Desakan ke Polri Menguat, Klarifikasi soal Beredarnya Foto AI Disebut-sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menilai beredarnya foto tersebut hal yang sangat berbahaya.
Kepolisian didesak buka suara soal beredarnya foto diduga hasil artificial inteligence (AI) disebut-sebut pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Desakan salah satunya datang dari Komisi III DPR.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menilai beredarnya foto tersebut hal yang sangat berbahaya. "Saya pikir bisa bahaya AI ini apabila kita biarkan, bahkan kita ikut menyebarkan, karena bisa membingungkan masyarakat," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/3).
"Kita berterima kasih antusiasmenya, masyarakat antusias untuk supaya bagaimana pelaku bisa tertangkap, niatnya itu pasti, enggak ada niat lain masyarakat. Tapi, jangan sampai niat baik kita justru menjadi masalah lain," sambungnya.
Menurutnya, foto beredar bisa berbahaya dan salah sasaran dan justru bisa membuat korban baru. "Saya khawatir bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, ada orang yang mirip begitu, digebukin ramai-ramai nanti," kata dia.
Oleh karena itu, Habiburokhman meminta Polri bergerak cepat mencegah dan menjelaskan ke publik bahwa foto yang beredar tidak benar.
"Saya minta Polri khususnya bidang humas untuk secara gencar, mengcounter lalu menjelaskan ke publik setiap perkembangan informasi yang tidak tepat, saya saja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran, ternyata saya cek, saya telepon "wah itu AI bang" kata teman-teman di Polri," ungkapnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya meningkatkan status perkara kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ke tahap penyidikan.
"Sudah (naik penyidikan)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (15/3).
Masih Mengidentifikasi Pelaku
Roby menyebut ada indikasi perbuatan pidana yakni terkait Pasal 467 ayat 2 KUHP dan Pasal 468 ayat 1 KUHP. Terkait pelaku, Roby menyatakan pihaknya masih mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras tersebut.
"(Pelaku) masih kita identifikasi," kata dia.
Foto Hasil AI
Sementara itu, terkait foto diduga dua pelaku mengendarai motor yang beredar di media sosial, Roby memastikan foto tersebut adalah hasil edit AI.
"Itu AI. Malah mendistract ciri-ciri pelaku sebenernya," ungkapnya.