Desa di Lebak Terisolir Usai Jembatan Penghubung Putus Diterjang Banjir
Merdeka.com - Tim gabungan yang terdiri dari relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Kota Cilegon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mencoba membuka akses jalan di Desa Cibadak, Kecamatan Cimarga yang terputus di akibat terjangan banjir.
"Kami menerima laporan dari warga akibat banjir bandang yang melanda daerah ini, jembatan penghubung antardua kampung di Desa Cibadak, Kecamatan Cimarga terputus mengakibatkan warga terisolir," kata Humas PMI Kabupaten Lebak Aip Sarifudin melalui sambungan telepon, Sabtu (4/1).
Menurutnya, berawal dari laporan warga tentang rusaknya jembatan penghubung di dua kampung, pihaknya mencoba membuka akses jalan melalui Kampung Karian, Desa Cibadak bersama petugas dari BPBD Kabupaten Lebak.
Akses jalan yang sulit dan tidak bisa ditembus dengan kendaraan bermotor, mengharuskan personel kemanusiaan ini berjalan kaki sekitar empat kilometer untuk bisa menuju titik lokasi.
Melihat kondisi lokasi yang rusak parah dan tidak ada akses jalan lagi karena jembatan penghubungan antarkampung ambruk, personel yang ke lokasi memilih kembali untuk menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan.
Keesokan harinya tim kembali dengan membawa peralatan seperti perahu karet untuk dijadikan alat penyeberangan sungai sementara yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk beraktivitas.
Selain itu, personel gabungan ini memasang alat penyeberangan dengan membawa logistik untuk dibagikan kepada warga yang terdampak bencana banjir badang di Desa Cibadak.
"Dari hasil asessment dan pemantauan di lokasi bencana kami (PMI dan BPBD) meminta bantuan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menurunkan alat berat guna membuka jalur yang terputus," tambahnya.
Hingga Sabtu sore, tim PMI bersama BPBD Kabupaten Lebak masih berada di lokasi untuk membantu warga yang ingin menyeberangi sungai.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya