Demokrat Gelar Pendidikan Politik di Aceh, Kader Diingatkan Junjung Tinggi Politik Santun dan Beretika

Kegiatan ini bertujuan meneguhkan nilai politik santun dan beretika yang diwariskan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Demokrat Gelar Pendidikan Politik di Aceh, Kader Diingatkan Junjung Tinggi Politik Santun dan Beretika
DPD Partai Demokrat Aceh (Istimewa)

Partai Demokrat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para kader melalui kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan oleh DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh, Sabtu (27/12/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, HT Ibrahim, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meneguhkan nilai politik santun dan beretika yang diwariskan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Politik yang ditekankan Partai Demokrat adalah politik beretika dan santun, seperti yang diajarkan Bapak SBY. Nilai-nilai itu kami tanamkan kepada seluruh kader agar dapat membumi di tengah masyarakat,” ujarnya.

DPD Partai Demokrat Aceh
DPD Partai Demokrat Aceh Istimewa

Selain itu, Ibrahim juga menyampaikan pesan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menginstruksikan seluruh kader Demokrat untuk turun langsung membantu masyarakat yang tengah dilanda musibah bencana.

“Kami diajarkan untuk menyapa dan membantu rakyat, apalagi saat musibah. Anggota DPR dan DPRD diwajibkan turun ke lapangan, kemudian melaporkan seluruh kegiatan mereka kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyoroti pentingnya memperkuat komunikasi yang empatik dan berdampak dalam penanganan bencana darurat di Sumatra.

DPD Partai Demokrat Aceh
DPD Partai Demokrat Aceh Istimewa

Menurutnya, komunikasi saat bencana bertujuan untuk menyampaikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat; mengarahkan tindakan masyarakat; menjaga ketenangan publik; serta mendukung koordinasi antarinstansi.

“Dalam situasi bencana, dasar komunikasi yang paling penting adalah empati, apresiasi, dan aksi. Kita harus bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Jangan menambah beban dengan narasi yang memperkeruh suasana,” jelasnya.

Herzaky juga mengingatkan seluruh kader Partai Demokrat agar tidak mempolitisasi bencana, tidak menjadikan bantuan sebagai ajang pencitraan, serta tetap menjaga etika komunikasi publik dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus dilakukan dengan tulus, tanpa perlu banyak simbol atau atribut partai.

DPD Partai Demokrat Aceh
DPD Partai Demokrat Aceh Istimewa
DPD Partai Demokrat Aceh
DPD Partai Demokrat Aceh Istimewa

“Bantu masyarakat dengan hati. Tidak perlu banyak logo, tidak perlu banyak dokumentasi. Yang penting rakyat terbantu,” ujarnya.

Herzaky menegaskan bahwa Partai Demokrat berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan pascabencana.

“Demokrat terus melakukan konsolidasi, koordinasi, serta memperkuat komunikasi dalam membantu pemerintah menangani bencana di Sumatra,” tutupnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Saksi Nasional DPP Partai Demokrat Ilham Mendrofa, jajaran DPD Partai Demokrat Aceh, serta perwakilan dari 23 DPC se-Aceh yang terdiri atas unsur ketua, sekretaris, bendahara, hingga badan pemenangan di tingkat DPC, termasuk pengurus DPRA dan DPRK.

Rekomendasi