Demo Pemilu, Ribuan Orang Geruduk DPRD Sumut

Jumat, 24 Mei 2019 17:43 Reporter : Yan Muhardiansyah
Demo Pemilu, Ribuan Orang Geruduk DPRD Sumut Ribuan Orang Geruduk DPRD Sumut. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Unjuk rasa yang menuding adanya kecurangan pada Pemilu 2019 terus berlangsung di Medan. Ribuan orang kembali berunjuk rasa menyuarakan sejumlah tuntutannya di depan kantor DPRD Sumut, Jumat (24/5).

Massa yang berunjuk rasa mengusung nama Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR). Mereka menuntut agar Calon Presiden Nomor 01 didiskualifikasi karena telah melakukan banyak kecurangan.

Massa tiba di Jalan Imam Bonjol, Medan, tepat di depan Gedung DPRD Sumut sekitar pukul 15.00 Wib. Ruas jalan itu pun ditutup.

Sementara aparat kepolisian berjaga di depan Gedung DPRD Sumut. Mereka memagari area itu dengan kawat berduri.

Saat tiba, massa mengelu-elukan TNI. Selanjutnya, mereka terus menyanyikan lagi yang menyindir aparat kepolisian yang dinilai tidak netral.

Tak lama berselang, pengunjuk rasa memulai orasi. "Ini merupakan bagian jihad besar untuk menyampaikan kebenaran di depan penguasa yang zalim. Diamnya kita pupuk yang subur munculnya kediktatoran negeri ini," kata Heriansyah, penasihat GNKR, dalam orasinya.

Orator mahasiswa sempat membacakan lima tuntutannya, yakni: batalkan putuskan KPU, diskualifikasi paslon capres 01, bebaskan tahanan politik, cabut semua laporan terkait UU ITE, UU Makar, dan UU pencucian uang, investigasi terhadap korban pemilu dan penembakan rakyat oleh aparat kepolisian; serta kembalikan kedaulatan rakyat.

"Jika tidak dituruti, kami rakyat Indonesia dan mahasiswa akan melakukan gerakan reformasi," teriak sang orator.

Usai berorasi, massa menjalankan Salat Ashar berjemaah. Mereka berencana menggelar aksi hingga selesai Salat Tarawih. Bahkan beredar informasi, massa ingin menginap di sana. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini