Demo #GejayanMemanggil Berakhir Dengan Tertib

Senin, 23 September 2019 18:04 Reporter : Purnomo Edi
Demo #GejayanMemanggil Berakhir Dengan Tertib aksi gejayan memanggil. ©2019 Merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Aksi #GejayanMemanggil digelar di simpang tiga Gejayan, Senin (23/9). Aksi ini dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengawali aksinya dari pukul 11.00 WIB di tiga titik kumpul. Pertama di simpang tiga UIN Yogyakarta, lalu gerbang Sanata Dharma dan Bundaran UGM.

Massa dari tiga titik ini pun kemudian berjalan kaki menuju ke Simpang Tiga Gejayan. Massa di Simpang Tiga Gejayan ini mulai berkumpul kurang lebih pukul 13.00 WIB.

Di aksi ini, perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan berorasi secara bergantian. Sejumlah tuntutan dan kekecewaan mahasiswa disampaikan dalam orasi tersebut.

Tuntutan dan kekecewaan yang dilontarkan di aksi #GejayanMemanggil ini di antaranya dengan pengesahan UU KPK yang dianggap melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Selain itu ada juga tuntutan pembatalan pembahasan RUKHP dan RUU PKS.

Aksi ini berakhir pukul 17.00 WIB usai koordinator umum membacakan pernyataan sikap.

Ada tujuh tuntutan yang dibacakan, yakni:

1. Mendesak penundaan dan pembahasan ulang pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.

2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elite-elite yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan di Indonesia.

4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.

5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reforma agraria.

6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Usai dibacakannya pernyataan sikap, ribuan peserta aksi membubarkan diri dan kembali ke kampusnya masing-masing dengan tertib.

Usai bubar, simpang tiga Gejayan yang tadinya ditutup untuk kendaraan dibuka kembali. Saat ini aktivitas kendaraan sudah berangsur normal dan boleh melintas di simpang tiga Gejayan. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini