Meski masih berusia 13 tahun, keberanian WAH patut diapresiasi saat berusaha melawan pelaku begal yang merampas ponselnya. Namun, aksi perlawanan siswa SMP tersebut berujung tragis setelah ia mengalami luka tusukan dan lecet di tangan akibat terseret sejauh enam meter.
Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan seorang diri sambil memegang HP di Jalan Bungaran IV, Seberang Ulu I, Palembang, Senin (9/2) pukul 20.00 WIB. Pelaku mengendarai sepeda motor lantas memepet dan merampas ponselnya.
Spontan korban mengejar pelaku. Begitu dekat, korban melompat ke atas motor pelaku untuk mengambil kembali ponselnya.
Advertisement
Pelaku menyerang korban yang membuatnya terseret sejauh enam meter. Meski terluka parah, korban nekat mencabut kontak hingga motor pelaku terhenti mendadak.
Lantaran dilawan, pelaku menusuk tangan korban. Saat itulah pelaku kabur dengan membawa barang milik korban.
"Anak saya melawan karena tak mau HP dicuri. Dia melompat ke motor pelaku, sampai diseret dan ditusuk," ungkap ibu korban, Hanifah (45) saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (10/2).
Hanifah menyebut perlawanan anaknya lantaran tak mau HP itu diambil pelaku. Apalagi ponsel itu baru dibeli dua pekan dengan cara mengangsur.
"Kami beli kredit, tidak kontan. Itu yang sebabkan anak saya nekat melawan," kata Hanifah.
Advertisement
Hanifah berharap polisi dapat mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya. Perbuatan pelaku telah membahayakan jiwa anaknya sehingga perlu diberikan hukum setimpal.
"Alhamdulillah nyawa anak saya selamat walaupun kena luka-luka," kata Hanifah.
Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa mengatakan, laporan telah disampaikan ke Satreskrim untuk proses lebih lanjut. Dia berharap warga segera melapor ke polisi jika mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana.
"Mudah-mudahan cepat terungkap agar tidak meresahkan warga," katanya.