Kebersamaan yang hangat kembali terlihat di rumah Dedi Mulyadi ketika Egi, anak asuhnya yang tinggal di Bogor, menyempatkan diri untuk berkunjung. Momen ini terekam dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dan menyajikan interaksi ringan namun menyentuh antara keduanya.
Egi, yang mengenakan kaos hitam, datang ditemani oleh ajudan Kang Dedi. Saat masih berjalan mendekat, ia langsung disambut hangat oleh gubernur jawa barat itu.
"Egi mau apa ke sini?" tanya Kang Dedi, seperti dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (15/9).
"Main, Pak,” jawab Egi dengan polos.
Percakapan santai berlanjut hingga keduanya masuk ke dalam rumah. Di sela-sela obrolan, Kang Dedi penasaran dengan aktivitas Egi dan bertanya soal pekerjaan ayahnya, serta kegiatan Egi akhir-akhir ini.
"Ayah kamu sekarang kerjanya apa? Gawenya naon?" tanya Kang Dedi.
“Acan (belum), Pak,” sahut Egi singkat.
“Kamu kan waktu itu sudah ikut sama ajengan, sudah keliling kemana-mana pakai motor. Terus sekarang gimana? Masih?” lanjut Kang Dedi.
“Nuhun, enggak,” jawab Egi pelan.
“Kenapa enggak?”
“Egi mau pingin pulang.”
“Pingin pulang kemana?”
“Bogor.”
Egi juga sempat bercerita bahwa ia kerap mengirim uang ke neneknya.
“Egi abis acara kirim duit,” ungkap Egi.
“Kirim duit ke siapa?” tanya Dedi.
“Ke nenek,” jawab Egi
“Oh niniknya dikirimin duit?” tanya lagi Dedi.
“Nuhun," jawab Egi.
Dari cerita Egi, terungkap bahwa saat mengikuti kegiatan ceramah atau sholawatan, ia terkadang mendapat honor atau buah tangan dari panitia. Obrolan Ringan, Tawa, dan Hadiah Tak Terduga
Dalam suasana penuh canda, Kang Dedi menanyakan usia Egi. Namun bocah tersebut justru lupa dengan tahun kelahirannya, membuat suasana jadi cair dan lucu.
“Dia kelahiran tahun berapa sih om?” tanya Kang Dedi kepada salah satu kru.
“Kalau enggak salah udah 14 tahun,” jawab kru tersebut.
“Kamu 14 tahun, kamu udah gede sekarang,” ucap Kang Dedi.
Egi kemudian menyampaikan keinginan besarnya untuk menjadi seorang penceramah.
“Iya pak, tampil (ceramah) sholawatan,” ujarnya mantap.
Sebagai bentuk apresiasi atas ketulusan Egi, Kang Dedi lalu memberikan sebuah hadiah berupa uang tunai. Hadiah ini membuat Egi tampak terkejut dan gembira.
“Tuh hitung sabaraha,” ucap Kang Dedi sambil menyerahkan beberapa lembar uang Rp100 ribuan.
Egi dengan ceria mulai menghitung uang tersebut. Meski sempat salah menyebutkan nominal dan mengira jumlahnya Rp10 juta, yang sebenarnya Rp1 juta, candaan tersebut justru membuat Kang Dedi tertawa lepas.
“Jadi sabaraha?” tanya Dedi.
“Jadi Rp10 juta pak,” jawab Egi polos, membuat Kang Dedi tertawa.
Karena salah menghitung, Egi spontan “memukul” Kang Dedi dengan uang itu di bagian paha momen yang mengundang tawa semua yang hadir.
Ternyata, uang tersebut tidak ia simpan untuk diri sendiri. Egi berencana memberikannya kepada sang nenek tercinta di Bogor.
Advertisement