Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2025 sudah resmi dibuka sejak 22 April-28 Mei 2025. Seleksi ujian masuk kampus negeri ini memberikan kesempatan emas bagi lulusan SMA/MA sederajat tahun 2025, 2004 dan 2003 untuk bergabung di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Arskal Salim GP, menegaskan PTKIN bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pendidikan modern dengan sejumlah keunggulan yang patut dipertimbangkan generasi muda.
“PTKIN memiliki kurikulum keislaman yang terintegrasi dengan ilmu modern. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teks-teks klasik, tetapi juga menguasai ilmu sains, teknologi, dan sosial dengan pendekatan kekinian," kata Arskal di Jakarta, Jumat (2/5).
Lebih lanjut Arskal menjelaskan PTKIN memiliki jejaring internasional Islam terluas dengan kerja sama bersama perguruan tinggi ternama di luar negeri melalui program seperti student mobility, joint research, dan pertukaran dosen.
Advertisement
Berbeda dari anggapan umum, PTKIN tidak hanya menawarkan prodi keagamaan. Ada banyak prodi umum dengan izin resmi dari Kementerian Agama, seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Sistem Informasi, Informatika, Jurnalistik, Desain Komunikasi Visual, Statistik, Ilmu Perpustakaan, Pariwisata, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, hingga Hukum Tata Negara.
"Semua prodi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang kompetitif di dunia kerja," kata Arskal.
Selain itu, menurut Arskal PTKIN juga menawarkan program studi yang tidak ada di perguruan tinggi lain, seperti Manajemen Haji dan Umroh, Manajemen Zakat dan Wakaf, Manajemen Industri Halal, hingga Manajemen Produk Halal.
Program-program ini sangat menjanjikan peluang kerja di sektor-sektor strategis yang berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan dan produk halal di tingkat nasional maupun global.
UM-PTKIN terbuka untuk semua latar belakang pendidikan, baik lulusan madrasah maupun sekolah umum, termasuk gap year.
“Ini bentuk komitmen PTKIN untuk menjadi rumah bersama bagi semua pencari ilmu,” ujar Arskal Salim.
Advertisement
Sebagai kampus negeri, PTKIN hanya mengenakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) tanpa pungutan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Artinya, mahasiswa hanya perlu membayar biaya pendidikan yang terjangkau, sehingga semakin mempermudah akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Arskal Salim mengajak seluruh calon mahasiswa untuk segera memanfaatkan kesempatan ini.
“UM-PTKIN bukan hanya sekadar seleksi masuk, tetapi gerbang menuju masa depan yang lebih baik, di kampus-kampus yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan keilmuan modern, berjejaring internasional, dan memiliki prospek kerja yang luas,” tegasnya.
Advertisement
Ketua Panitia Nasional, Masnun menyampaikan kuota UM-PTKIN sebanyak 90.000 namun target yang ingin dicapai diatas 100.000.
“Insya Allah berkaca pada SPAN maka UM-PTKIN mampu mencapai target” ujarnya.
Komitmen Kementerian Agama untuk menjaga kualitas layanan publik pada perguruan tinggi dalam mengembangkan program-program dan inovasi pendidikan yang relevan dengan zaman, ucapnya.
UM-PTKIN kini bukan sekedar mekanisme seleksi tetapi menjadi simbol transformasi sistem pendidikan Islam yang akuntabel dan berdaya saing global.
Ada sebanyak 58 PTKIN dan 1 PTN se Indonesia yang dapat dipilih oleh para calon mahasiswa di jalur UM-PTKIN dengan jumlah prodi sebanyak 1325. Kemenag menyediakan kuota sebanyak 92.011 melalui jalur seleksi UM-PTKIN 2025