Dari Limbah Dapur: Uncen Papua Ajarkan Warga Yoboy Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Solusi Energi Murah!

Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua sukses melatih masyarakat Kampung Yoboy mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel. Inovasi ini tawarkan solusi energi murah dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dari Limbah Dapur: Uncen Papua Ajarkan Warga Yoboy Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Solusi Energi Murah!
Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua sukses melatih masyarakat Kampung Yoboy mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel. Inovasi ini tawarkan solusi energi murah dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha baru. (Merdeka.com)

Universitas Cenderawasih (Uncen) di Kota Jayapura, Provinsi Papua, baru-baru ini menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang inovatif. Mereka mengajarkan masyarakat Kampung Yoboy dan Kehiran, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, cara mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 14 September, dan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, serta perwakilan rumah baca setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada warga mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga.

Fokus utama pelatihan adalah diskusi kelompok terarah dan praktik langsung pembuatan biodiesel yang aman, murah, serta ramah lingkungan. Harapannya, pengetahuan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan energi sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan.

Mengubah Limbah Menjadi Energi: Manfaat Biodiesel dari Minyak Jelantah

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus Dosen MIPA Uncen Papua, Yohanis Mandik, menjelaskan pentingnya program ini. Menurutnya, penggunaan minyak goreng berulang kali dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi konsumen.

Selain itu, pembuangan minyak jelantah secara langsung ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran yang merugikan. "Oleh karena itu kami memperkenalkan cara sederhana mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel, yang dapat digunakan untuk menyalakan kompor atau lampu," ujar Mandik.

Praktik pembuatan biodiesel ini didemonstrasikan langsung di Kampung Yoboy, memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda, baik dari aspek kesehatan maupun lingkungan.

Inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel ini tidak hanya menawarkan alternatif energi. Ia juga menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di sekitar Danau Sentani.

Antusiasme Warga dan Potensi Ekonomi dari Minyak Jelantah

Kegiatan pengabdian masyarakat dari Uncen Papua ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat. Tokoh pemuda Yoboy, Jems Gustaf Tokoro, mengapresiasi konsistensi Uncen dalam memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat.

"Apa yang dipelajari hari ini tidak hanya penting bagi masyarakat Yoboy, kami berharap hal seperti ini juga juga dapat dibagikan ke seluruh kampung di sekitar Danau Sentani," kata Tokoro, menunjukkan harapan besar akan penyebaran inovasi ini.

Hanny Felle, Ketua kelompok sadar energi Kampung Yoboy, menambahkan bahwa seluruh masyarakat menyambut baik program tersebut. Mereka berharap inovasi ini dapat diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga dan menunjang peluang usaha kecil.

"Melalui inovasi sederhana ini, limbah rumah tangga yang sebelumnya terbuang percuma berpotensi menjadi energi alternatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomi," pungkas Felle. Ini menunjukkan potensi besar minyak jelantah sebagai sumber daya yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi