Dapat Rekor Muri, Khofifah-Risma Bagi-Bagi 21 Ribu Kue Apem

Jumat, 3 Mei 2019 20:14 Reporter : Moch. Andriansyah
Dapat Rekor Muri, Khofifah-Risma Bagi-Bagi 21 Ribu Kue Apem Khofifah-Risma Kompak Bagi-bagi 21 Ribu Apem. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kompak menggelar Tradisi Megengan Kubro 1440 Hijriah dengan membagi-bagikan kue apem kepada masyarakat di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (3/5).

Menariknya, ritual tahunan tiap bulan Sya'ban di Kota Pahlawan ini juga menyedot perhatian Museum Rekor Indonesia (Muri) karena menyajikan kue apem terbanyak di dunia, yaitu 21 ribu kue. Penghargaan Muri-pun disematkan di acara menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 2019 kali ini.

Terkait 21 ribu apem, Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor menyebut, angka 2 adalah sebagai simbol kehadiran dua pemimpin perempuan di Jawa Timur, yaitu Gubernur Khofifah dan Wali Kota Risma. Sedang angka 1 menandakan sebuah kebersamaan atau persatuan.

"Acara ini diselenggarakan bersama Pemerintah Provinsi Jatim dan Kota Surabaya,: kata Helmy di sela acara.

Selanjutnya, acara dibuka oleh Khofifah dan Risma dengan melepas 99 balon kebaikan dan pemukulan bedug. Kemudian, masih dalam satu rangkaian acara, Khofifah juga melantik pengurus Masjid Al Akbar Surabaya periode 2019-2024.

Masjid untuk Menyinari Kehidupan

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan, Masjid Al Akbar bukan hanya sekadar tempat ibadah. Tetapi juga harus menyinari kehidupan masyarakat di Surabaya, Jatim, dan Indonesia.

Salah satunya menggelar Megengan Kubro menyambut bulan puasa untuk mengajak masyarakat berbagi dan saling memaafkan.

"Jadikan masjid ini tempat seluruh warga masyarakat dalam mengenal Islam, bagaimana mengenal akhlak, Islam Rahmatan lil Alamin. Semoga ini menjadi sinar bagi kehidupan masyarakat Surabaya, Jatim dan bangsa Indonesia," kata Khofifah.

Senada, Risma juga berharap Masjid Al Akbar bisa dijadikan tempat syiar bagi generasi mendatang. "Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi semua muslim, bisa makmur, bisa untuk umat tidak ada yang sungkan masuk sini," tandasnya.

Sekadar tahu, tradisi yang biasa dilakukan di minggu terakhir bulan Sya'ban ini dikenal dengan nama Megengan, asal kata Megeng, yang artinya menahan: menahan nafsu dan dahaga.

Dan tradisi megengan kurang afdol jika tidak membagi-bagikan kue apem, jajanan khas orang Jawa yang khusus dibagikan saat menjelang bulan puasa.

Apem sendiri berasal dari kata afuan atau afuwwum yang berarti maaf. Maka, secara tidak langsung kue apem berarti ungkapan permintaan maaf. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini