Dampak Polusi Udara, Jumlah Penderita ISPA di Depok Meningkat Signifikan

Pemkot Depok sudah melakukan antisipasi agar kasus ISPA tak terus menanjak naik.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Dampak Polusi Udara, Jumlah Penderita ISPA di Depok Meningkat Signifikan
Dampak Polusi Udara, Jumlah Penderita ISPA di Depok Meningkat Signifikan (Merdeka.com)

Versi IQAir situs pemantau kualitas udara, Depok menduduki urutan pertama kualitas udara terburuk pada Kamis (24/8).

Kualitas udara di banyak daerah di Indonesia tidak baik dampak kemarau panjang. Salah satunya Kota Depok, Jawa Barat.

Dampak polusi, jumlah penderita infeksi saluran nafas akut (ISPA) di Depok meningkat signifikan. Peningkatan terjadi antara 100-200 persen.

Hal itu dapat dilihat dari kunjungan pasien di puskesmas dan rumah sakit mengalami kenaikan mulai Juli lalu.

"Kalau di puskesmas rumah sakit rata-rata naik, ada peningkatan di bulan Juli. Sebelumnya ada 5.000, 10.000, kemarin sampai 50.000 penerimaannya. Kan luar biasa."

Kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Sabtu (26/8).

@merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut Idris, peningkatan sebenarnya juga terjadi pada lalu di kisaran bulan Juli dan Agustus. Justru bila dibandingkan dengan tahun lalu, dampak polusi tahun ini tidak terlalu parah.

Kata Wali Kota Depok.

@merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pihaknya sudah melakukan antisipasi agar kasus ISPA tak terus menanjak naik. 

Misalnya mengimbau masyarakat lebih banyak di rumah jika tak ada kegiatan penting di luar rumah.

Kata Wali Kota Depok

@merdeka.com

Rekomendasi