Dampak Kemarau, 10 Kabupaten Kota Jateng Kering Kerontang
Merdeka.com - Sepuluh warga Kabupaten kota di Jawa Tengah kesulitan mendapatkan air bersih karena alami kekeringan. Dari beberapa daerah itu, terpaksa meminta bantuan air bersih ke BPBD Jateng.
"Klaten potensi kekeringan paling tinggi mendapatkan bantuan sekitar 60 tangki, Cilacap 28 tangki, Purworejo, Banyumas, Grobogan, Purbalingga, Temanggung, Pemalang, Tegal, Semarang, Kabupaten Semarang," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sudaryanto di Semarang, Selasa (2/7).
Dia menyebut bencana kekeringan di Jateng masih akan berlangsung cukup lama. Apalagi, berdasar perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau akan mulai berlangsung secara merata pada Juni dan berakhir pada akhir November atau awal Desember nanti.
"Prediksi kami, ada 1.256 desa di 360 kecamatan yang ada di 31 kabupaten/kota di Jateng yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau ini. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September," ungkapnya.
Sudaryanto mengaku untuk mengantisipasi bencana kekeringan, Pemprov Jateng menyediakan anggaran sekitar Rp320 juta dan pasokan air bersih sebanyak 1.000 tanki. Namun, anggaran maupun pasokan air bersih itu akan disalurkan jika masing-masing daerah membutuhkan.
"Sifatnya kita hanya melakukan back up. Kan masing-masing daerah sudah ada alokasi dana untuk mengatasi kekeringan. Bencana itu tidak bisa diprediksi, tapi bisa diatasi asal ada perhatian dari seluruh stakeholder," ujarnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya