Dahlan Iskan menempati ruang Poliklinik Rutan Medaeng
Merdeka.com - Kamis malam (27/10) kemarin, Dahlan Iskan resmi mengenakan seragam tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diduga terlibat korupsi di PT Panca Wira Usaha (PWU).
Setelah resmi tersangka, Dahlan dikirim ke Rutan Klas I Surabaya di Sidoarjo saat itu juga. "Beliau (Dahlan) tiba di Rutan Medaeng sekitar pukul 19.30 WIB," kata Kepala Rutan Medaeng Djumadi saat dihubungi wartawan, Jumat (28/10).
Setelah tiba di Rutan Klas I Surabaya, lanjut Djumadi, malam itu juga, mantan Dirut PT PLN ini diperiksa tim dokter, baik dari rutan sendiri, dari dokter Kejaksaan maupun dokter pribadinya.
"Secara umum, kondisi yang bersangkutan memang stabil. Tapi seperti kita ketahui, yang bersangkutan kan memiliki riwayat sakit tranplantasi hati. Jadi kondisinya memerlukan penanganan khusus dari tim dokter," katanya lagi.
Karena alasan kesehatan, Dahlan tidak langsung ditempatkan di sel khusus tahanan baru, tetapi diistirahatkan di ruang perawatan Poliklinik Rutan Medaeng.
"Sampai saat ini, yang bersangkutan masih di Poliklinik Rutan Medaeng. Ini untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatannya," ucapnya.
Seperti diketahui, setelah menjalani lima kali pemeriksaan oleh pihak Kejati Jawa Timur terkait kasus pelepasan aset BUMD Pemprov Jawa Timur, Dahlan ditetapkan tersangka, Kamis malam.
Dahlan diduga terlibat kasus korupsi PT PWU, yang di Tahun 2003 silam menjual 33 aset milik negara berupa tanah dan bangunan. Dahlan sendiri, saat itu masih menjabat sebagai Dirut PT PWU Tahun 2000 hingga 2010, dan Wisnu Wardha yang lebih dulu menjadi tersangka, menjabat kepala biro asetnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya