Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curahan Hati Arul Dengar Istri Korban TPPO, Gaji Tak Dibayar & Jarang Diberi Makan

Curahan Hati Arul Dengar Istri Korban TPPO, Gaji Tak Dibayar & Jarang Diberi Makan Curahan Hati Arul Dengar Istri jadi Korban TPPO. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Rasa khawatir menghinggapi Arul Widodo (AW). Pria berusia 52 tahun itu sedih mendengar pengakuan sang istri NN (32). Istri Arul diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ketika mencari rezeki di Arab Saudi.

Arul mendapatkan laporan bahwa sang istri ditelantarkan dan tak mendapat gaji yang sesuai. Arul bersama pengacaranya dari Lembaga Bantuan Hukum Perlindungan Migran dan Keluarga melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/3441/VI/2023/ SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 16 Juni 2023.

"Alhamdulillah sudah diterima dan kita mohon untuk ditindaklanjuti kedepannya untuk aparat-aparat yang bermain di belakang semua diusut tuntas dengan segala permainan semua ini dihukum yang ada di Indonesia ini," kata AW saat ditemui awak media, Jumat (16/6).

Menurutnya, sang istri NN berada di Damam, Arab Saudi sejak berangkat pada 25 Oktober 2022. Istrinya mendapatkan janji gaji sekitar 2.500 Riyal Saudi, namun dibayar tidak sesuai janji.

NN hanya dibayar sekitar 1.200 Riyal Saudi, kemudian turun saat bulan ketiga menjadi 900 Riyal Saudi, lalu bulan keempat menjadi 800 Riyal Saudi. Sampai akhirnya tidak mendapatkan bayaran sama sekali atas pekerjaannya.

Atas kejadian yang dialami sang istri, Arul melaporkan perusahaan penyalur yakni, PT Panca Banyu Aji Sakti dan sejumlah pengelolanya. Ia menduga kalau perusahaan itu memberangkatkan istrinya secara ilegal.

"Ya itu kita pasti lolos ya karena dari kan lewat penerbangan ya pak kan harusnya ada lewat jalur khusus tapi ternyata ini lolos semua. Dengan dokumen-dokumen yang tidak pas untuk keberangkatan ke sana dengan ilegal," ungkapnya.

Istri Arul Alami Pelakuan Tidak Manusiawi

Arul bercerita selain hak bayaran yang tidak sesuai, sang istri juga mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Mulai dari pola makan, sampai minum.

"Di sana itu di sana ditampung dulu di penampungan. Setelah 1 bulan di sana baru dapat majikan. Setelah itu kan di sana tidak manusiawi dengan pola makan yang tidak pas seperti itu dengan air minum 3 liter untuk 10 orang buat satu malam," ungkapnya.

"Sampai beliau (istri) sakit kena radang ginjal sebelah kiri, berobat dengan biaya sendiri, makan biaya sendiri. Semua kalau tidak bekerja dipotong gaji 40 riyal kalau beliau tidak ikut interview potong 80 riyal juga," tambahnya.

Dari komunikasi yang terakhir, kata Arul, NN mengaku sudah tidak makan lima hari. Setelah dioper-oper dan bekerja kepada majikan ketiga, istrinya sudah tidak mendapatkan gaji dan makan.

"Komunikasi sampai sekarang masih. Terakhir kondisi yang dirasakan sekarang ini karena lemah tidak makan sampai 5 hari sekarang ini tidak dikasih makan sama sekali hanya minum air putih saja. Kalau ketahuan VC hp nya bakal disita tidak bebas seperti disini," ungkapnya.

Belum lagi beban kerja istrinya juga tidak sesuai. Di awal penugasan, istrinya diminta mengurus anak. Tetapi pekerjaannya bertambah menjadi melakukan pekerjaan rumah sampai mengurus manula.

"Semua dikerjakan tapi gaji tidak sesuai apa yang dijanjikan. (Alan lapor) Saya sudah sempat melapor ke mabes bersama LBH yang kami rekrut, ternyata di sana di tolak. Itu tanggal 23 Maret 2023," tutup Arul.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP