Curah Hujan Tinggi, Rob & Buruknya Drainase Penyebab Banjir Bengkulu

Selasa, 30 April 2019 16:45 Reporter : Henny Rachma Sari
Curah Hujan Tinggi, Rob & Buruknya Drainase Penyebab Banjir Bengkulu Banjir dan Longsor di Bengkulu. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap penyebab banjir di Provinsi Bengkulu diakibatkan curah hujan tinggi serta air pasang yang besar. Air pasang membuat luapan air laut atau rob terjadi.

"Banjir yang terjadi merupakan banjir rutin akibat curah hujan tinggi dan kenaikan permukaan air laut pasang serta sungai yang meluap," kata Kepala Sub Direktorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai KLHK Ernawati dalam jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (30/4).

Selain itu, sistem drainase yang buruk memperparah banjir yang terjadi di daerah tersebut.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi sampai ekstrem 126,575 milimeter per hari menyebabkan debit aliran tinggi hingga melebihi kapasitas pengaliran.

"Daerah Aliran Sungai Bengkulu bagian hilir memiliki topografi yang relatif datar, dengan ketinggian sebagian wilayah yang terkena dampak banjir relatif sama dengan ketinggian permukaan laut," kata Erna.

Selain itu, wilayah terdampak banjir di Bengkulu merupakan daerah tangkapan air yang berbentuk segitiga sehingga memang rawan mengalami banjir limpasan. Daerah tangkapan air yang berbentuk segitiga memiliki anak-anak sungai yang langsung menuju sungai utama serta jarak hulu dan hilir terlalu pendek.

"Itu menyebabkan banjir cepat datang. Biasanya banjir yang terjadi dalam debit besar terjadi akibat hujan lebat pada bagian hulu daerah aliran sungai," tuturnya.

Peta rawan limpasan menunjukkan sebagian besar Daerah Aliran Sungai Bengkulu memiliki potensi tinggi dan ekstrem sehingga pasokan air sangat besar saat curah hujan tinggi.

Berdasarkan peta rawan banjir genangan, Daerah Aliran Sungai Bengkulu juga memiliki potensi rawan dan sangat rawan baik pada bagian hilir maupun hulu.

Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Bengkulu sejak Jumat (26/4) sore hingga Sabtu (27/4) pagi menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga menimbulkan banjir dan tanah longsor di beberapa tempat.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu hingga Senin (29/4) bencana itu menyebabkan 29 orang meninggal dunia dan 13 orang hilang, serta memaksa sekitar 12 ribu warga mengungsi. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir
  2. Bengkulu
  3. BNPB
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini