Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk ajang balap motor bergengsi, MotoGP Mandalika, yang akan berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah. Untuk sprint race yang dijadwalkan pada Sabtu (4/10), kondisi cuaca diprediksi cerah berawan, memberikan harapan bagi para pembalap dan penonton.
Prakirawan BMKG NTB, Agastya Ardha Chandra Dewi, menyatakan bahwa kawasan Mandalika akan diselimuti cuaca cerah berawan sepanjang pagi hingga malam hari. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kecepatan angin permukaan maksimal 30 kilometer per jam.
Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Priandi Satria, menegaskan bahwa kondisi lintasan sirkuit tetap dalam keadaan optimal dan sesuai standar internasional. Ia membantah anggapan bahwa insiden jatuhnya pembalap disebabkan oleh kondisi trek, melainkan faktor teknis atau kesalahan pengendalian.
Advertisement
Advertisement
BMKG telah merilis detail prakiraan cuaca untuk pelaksanaan sprint race MotoGP Mandalika pada Sabtu, 4 Oktober. Sejak pagi hari, kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika diproyeksikan akan cerah berawan, menciptakan kondisi ideal untuk balapan yang kompetitif.
Kondisi cerah berawan ini diperkirakan akan berlanjut hingga siang, sore, bahkan malam hari, dengan suhu udara yang nyaman berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Kecepatan angin permukaan akan bertiup dari arah tenggara selatan, dengan maksimal 30 kilometer per jam, yang tidak akan mengganggu jalannya balapan.
Untuk balapan utama MotoGP Mandalika yang akan digelar pada Minggu (5/10), BMKG memprediksi pagi hari akan cerah berawan. Namun, pada siang hingga sore hari, ada potensi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan, sebelum kembali cerah berawan pada malam hari. Suhu dan kecepatan angin diperkirakan serupa dengan hari sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi kekhawatiran terkait insiden jatuhnya beberapa pembalap, Direktur Utama MGPA, Priandi Satria, memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa seluruh aspek teknis Sirkuit Mandalika telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh FIM dan Dorna Sports.
Priandi menjelaskan bahwa insiden jatuhnya pembalap lebih disebabkan oleh faktor teknis atau kesalahan pengendalian dari pembalap itu sendiri. "Jatuhnya pembalap lebih disebabkan oleh faktor teknis maupun kesalahan pengendalian yang dilakukan pembalap sendiri. Bukan karena kondisi lintasan Sirkuit Mandalika," ujarnya.
Ia menambahkan, "Pembalap yang jatuh, itu bukan karena lintasan, bukan karena track kotor, ada cairan oli, atau air. Jatuhnya karena overpower pembalap melakukan full braking dengan rem depan saat menikung." Pernyataan ini menegaskan komitmen MGPA terhadap keamanan dan kualitas lintasan MotoGP Mandalika.
Advertisement
Advertisement
Seri ke-18 MotoGP tahun ini di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika telah dimulai pada Jumat (3/10) dengan sesi latihan bebas dan latihan. Para pembalap telah mempersiapkan diri untuk menghadapi balapan yang intens.
Pada Sabtu (4/10), jadwal akan semakin padat. Dimulai dengan Latihan bebas 2 pada pukul 09.10-09.40 WIB, dilanjutkan dengan sesi Kualifikasi 1 pukul 09.50-10.05 WIB dan Kualifikasi 2 pukul 10.15-10.30 WIB. Puncak acara pada hari Sabtu adalah sesi Sprint 13 lap yang akan dimulai pada pukul 14.00 WIB, di mana hasil kualifikasi akan menentukan posisi start.
Balapan utama MotoGP Mandalika akan menjadi penutup pada Minggu (5/10). Balapan yang memainkan 27 lap ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Para penggemar diharapkan tidak melewatkan momen-momen menegangkan ini di Sirkuit Mandalika.
Advertisement
Sumber: AntaraNews