CSIS: Diplomasi Regional Indonesia Perlu Lebih Fokus untuk Raih Peluang Global

CSIS menilai Kementerian Luar Negeri RI memiliki banyak peluang jika peran Diplomasi Regional Indonesia dijalankan dengan prioritas yang jelas, dimulai dari cakupan regional yang lebih terlihat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
CSIS: Diplomasi Regional Indonesia Perlu Lebih Fokus untuk Raih Peluang Global
CSIS menilai Kementerian Luar Negeri RI memiliki banyak peluang jika peran Diplomasi Regional Indonesia dijalankan dengan prioritas yang jelas, dimulai dari cakupan regional yang lebih terlihat. (AntaraNews)

Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS), Lina Alexandra, menyoroti pentingnya fokus dalam diplomasi Indonesia. Ia menilai bahwa Kementerian Luar Negeri RI memiliki banyak peluang yang bisa diambil. "Kami melihat banyak peluang yang seharusnya dapat diambil oleh Kementerian Luar Negeri jika peran diplomasi dijalankan dengan lebih fokus, memiliki prioritas yang jelas, serta disesuaikan dengan kapasitas Indonesia," kata Lina.

Penilaian ini disampaikan Lina dalam acara "CSIS Media Briefing: Merespons Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026". Acara tersebut dipantau secara daring di Jakarta pada Kamis, 15 Januari. Menurut Lina, penguatan diplomasi di tingkat regional menjadi salah satu langkah strategis untuk memaksimalkan peluang tersebut.

"Peran diplomasi Indonesia yang diwarnai dengan ambisi global tidak salah, tetapi seharusnya dimulai dengan cakupan regional yang lebih visible," ujarnya. Pendekatan ini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan memastikan efektivitas kebijakan luar negeri dalam menghadapi tantangan global.

Lina Alexandra menekankan bahwa fokus dan prioritas yang jelas adalah kunci keberhasilan diplomasi. Kapasitas Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan strategi kebijakan luar negeri. Tanpa fokus yang kuat, banyak peluang berharga di kancah internasional bisa terlewatkan.

Penguatan Diplomasi Regional Indonesia bukan berarti meninggalkan ambisi global yang lebih luas. Sebaliknya, hal ini merupakan fondasi yang kokoh untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih besar. Visibilitas dan pengaruh Indonesia di kawasan akan secara otomatis meningkatkan posisinya secara global.

CSIS melihat bahwa dengan fokus regional, Indonesia dapat lebih efektif dalam menanggapi isu-isu krusial yang berkembang. Pendekatan ini memungkinkan alokasi sumber daya diplomatik yang optimal. Ini juga memastikan bahwa setiap langkah diplomatik memiliki dampak yang signifikan dan terukur.

Indonesia diharapkan terus menunjukkan kepemimpinannya di ASEAN, bahkan saat tidak menjabat sebagai Ketua ASEAN. Contohnya adalah dalam penanganan krisis di Thailand dan Kamboja, di mana pengalaman diplomatik Indonesia sangat relevan. "Harapan ini wajar, mengingat Indonesia memiliki pengalaman diplomatik yang relevan dalam konteks tersebut," kata Lina.

Selain itu, Lina juga menjelaskan pentingnya platform Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP merupakan mekanisme yang dipimpin ASEAN dan krusial untuk menavigasi ketidakpastian global. Ketidakpastian ini timbul akibat perang dagang dan perang tarif, khususnya antara Amerika Serikat dan China.

Namun, Lina menyayangkan bahwa RCEP tidak terlalu digarisbawahi, bahkan tidak disebutkan dalam PPTM 2026. Padahal, RCEP merupakan arena kunci bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional. Ini adalah peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan lebih optimal oleh Diplomasi Regional Indonesia.

Sebagai primus inter pares atau yang utama di antara yang setara di kawasan, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan beragam gagasan atau strategi yang bersifat defensif. Indonesia harus terus berperan aktif dengan kepentingan nasional yang terdefinisi secara jelas. Ini harus didukung oleh gagasan dan inisiatif yang konkret.

Lina menambahkan, pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah strategi apa yang seharusnya diterapkan Indonesia. Ini penting untuk menghadapi berbagai bentuk ketidakpastian global yang terus berkembang. Diskusi mendalam dan berkelanjutan bersama para ahli sangat dibutuhkan untuk menemukan jawabannya.

"Inilah yang seharusnya menjadi fokus utama pemerintah, melalui diskusi yang mendalam dan berkelanjutan bersama para ahli, guna merumuskan langkah-langkah kebijakan yang tepat," pungkasnya. Hal ini akan memastikan bahwa setiap tindakan diplomatik selaras dengan kepentingan nasional dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi