Cerita warga pemberani penolong korban ledakan gudang petasan di Kosambi
Merdeka.com - Gudang petasan di kompleks Pergudangan 99 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, meledak dan terbakar. Akibatnya, data sementara 26 orang tewas.
Suara dentuman keras membuat Iwan, pegawai Kantor Desa Cengklong, kaget. Dia yang saat itu sedang asyik kongkow bersama sejumlah rekannya pun langsung keluar kantor Desa.
Bertambah kaget, dia malah melihat kepulan asap tebal dan sinar api menyala begitu kuat. Tanpa pikir panjang dia bersama sejumlah rekannya langsung memberikan pertolongan.
"Aduh waktu itu enggak terpikir takut, bagaimana caranya orang yang keluar dari pabrik itu bisa kita tolong," ucap Iwan, pegawai Desa Cengklong, Kamis (26/10) sore.
Iwan melihat jelas bagaimana para korban dengan banyak luka bakar di bagian tubuh mencoba keluar dari pintu pabrik.
"Saat itu saya gotong korban yang sudah tergeletak di jalan, aduh kasihan benar luka bakarnya sangat mengerikan," ucap dia.
Saat itu, Iwan dan sejumlah rekannya sempat menjebol tembok gudang. Namun kepulan asap dan petugas polisi yang kebetulan ada di lokasi melarangnya.
"Keadaan sangat genting, saya berpikir hanya untuk menolong orang-orang di dalam pabrik," kata dia.
Dani, warga lainnya, mengaku langsung berinisiatif untuk mengevakuasi sejumlah pelajar di SMPN 1 Kosambi.
Lokasi SMPN1 Kosambi dengan gudang memang begitu dekat, hanya berjarak tembok pagar antara gudang dengan sekolah.
"Saya masih terngiang-ngiang kejadian itu sangat membekas di kepala saya, karena yang menolong korban cukup banyak, saya langsung bawa anak-anak SMP keluar," kata Dani.
Tak kalah paniknya, kejadian itu juga membuat sejumlah pelajar histeris melihat kejadian mengerikan itu dari mata mereka sendiri.
"Anak-anak waktu itu sangat histeris, mereka ketakutan. Pada menangis. Suasana sangat-sangat mencekam pada waktu itu," ingat Dani. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya