Cerita Setya Novanto rindu anak, foto dalam buku serta tulisan 'love Papah'

Senin, 12 Maret 2018 11:27 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Sidang Setya Novanto. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Terdakwa kasus korupsi megaproyek e-KTP Setya Novanto mengaku rindu dengan salah satu anaknya Giovanno Farell yang baru berumur 11 tahun. Sebagai pengobat rindu, foto Farell selalu dibawa dalam buku catatan hitamnya.

"Aduh rindu. Ada nih dibawa. Ada juga yang disimpan di kamar," kata Novanto sebelum melaksanakan sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Lantaran kasus yang menimpanya, Setya Novanto awalnya takut Farell berkecil hati dalam pergaulan di sekolahnya. Tetapi ternyata anaknya kuat menghadapi kenyataan bahwa ayahnya berada di tahanan.

"Tapi saya kuat, dia kuat. Dan bangga. Saya pikir dia minder. Ternyata enggak. Sangat tabah. Dan saya hormat dan bangga," kata Novanto.

Dia juga menceritakan momen saat Farell berkunjung dan menjenguknya di tahanan. Farell selalu bertanya kegiatan sehari-sehari sang ayah. Mulai dari makan hingga kegiatan olahraga Novanto.

"Tanya bapak gimana? Sudah bisa olahraga. Olahraganya di mana? Ada tennisnya apa enggak. Di sana adanya pingpong? karena dia tahu saya senang olahraga," kata Novanto sambil tertawa.

Novanto lalu menunjukkan beberapa foto Farell. Dia menunjukkan goresan tinta dari putranya. Dalam buku catatan Novanto terlihat tulisan 'love papah'.

"Suka. Dibikin di buku tulisan. Novanto di balik novanto kakak-kakaknya love papah. Disimpan aja," kata Novanto sambil memperlihatkan tulisan Farell.

Sebelumnya, Setya Novanto mengaku mengalami perubahan signifikan semenjak menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejak ditahan, mantan Ketua DPR itu mengaku belajar mengaji bersama tahanan lainnya di Rumah Tahanan KPK.

Dia kemudian menceritakan, para tahanan KPK menjalani ibadah sangat khusyuk sehingga kebiasaan tersebut berpengaruh kepadanya. Mulai dari kebiasaan belajar mengaji hingga salat berjamaah diikuti Setnov bersama rekan rekan sesama tahanan. Untuk salat berjamaah, mantan auditor badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri kerap kali menjadi imam salat.

Kebiasaan lain yang berubah semenjak menjadi tahanan KPK adalah rutinitas potong rambut. Jika dulu saat menjadi Ketua DPR potong rambut dua pekan sekali, maka kali ini hanya satu bulan sekali. Pencukur rambut kali ini bukan berasal dari tempat cukup mewah melainkan tukang cukur pangkal di pinggir jalan.

Untuk diketahui, dalam pusaran kasus e-KTP, Setya Novanto didakwa oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkaya diri sendiri dan orang lain terkait proyek e-KTP. Mantan Ketua DPR itu didakwa memperkaya diri sendiri sebesar USD 7.300.000. Tidak hanya itu, Novanto juga disebut menerima hadiah lainnya.

Atas perbuatannya Setnov didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto pasal 55 ayat satu kesatu KUHP. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini