Cerita Sedih Kecelakaan Maut Bus ALS, Satu Keluarga Meninggal Bersama Mimpi Rumah Impian yang Ikut Terkubur

Satu keluarga yang dimaksud adalah Aldi Sulistiawan (26) dan istrinya Rani (25), serta anak perempuan, Bela (1,8). Mereka tinggal di Way Tuba Asri, Way Kanan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Cerita Sedih Kecelakaan Maut Bus ALS, Satu Keluarga Meninggal Bersama Mimpi Rumah Impian yang Ikut Terkubur
ayah korban tewas bus ALS (merdeka.com)

Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Di antara para korban terdapat satu keluarga, terdiri dari, ayah, ibu, dan anak.

Satu keluarga yang dimaksud adalah Aldi Sulistiawan (26) dan istrinya Rani (25), serta anak perempuannya, Bela (1,8). Mereka tinggal di Way Tuba Asri, Way Kanan, Lampung.

Ayah Rani, Hambali (56), tak menyangka anak, menantu dan cucunya meninggal dengan cara tragis itu. Hambali masih mengenang momen saat ketiga korban naik ke bus nahas tersebut.

"Saya tidak menyangka, benar-benar tidak menyangka kejadian ini," ungkap Hambali di Palembang, Kamis (7/5).

Sejak mendapat kabar kecelakaan bus ALS, Hambali langsung berangkat menuju Palembang. Dia yakin anggota keluarga menumpangi bus tersebut.

"Tidak tahu lagi hati saya ini seperti apa, cucu, anak saya dan menantu ada dalam bus," kata Hambali.

Hambali menuturkan, korban Aldi mengajak anak dan istrinya merantau ke Riau untuk menggarap lahan kebun sawit milik keluarganya. Aldi berharap perantauan itu dapat mengubah nasib keluarganya.

"Aldi tadinya kerja serabutan di Lampung, katanya mau merantau ke Riau, ada kebun sawit milik keluarga, mau kerja di sana," kata Hambali.

Sebelum berangkat menaiki bus ALS, Aldi sebetulnya sudah memesan tiket bus lain tetapi ketinggalan satu jam. Mereka terpaksa naik bus ALS karena tidak ada lagi jadwal keberangkatan.

"Sebetulnya berat melepas anak saya mau merantau, tapi terjadi seperti ini akhirnya," kata Hambali.

Paman korban Rani, Kamdi (45), mengatakan, keponakannya itu memiliki mimpi untuk membangun rumah sendiri untuk keluarga kecil mereka. Niat itu sempat menyentuh hati Kamdi.

"Karena saya bisa nukang bangunan, akhirnya saya belikan pasir dan semen untuk cetak batako. Aldi sempat mencetak batako itu 200 buah, katanya sudah mau bangun," kata Kamdi.

Korban Sekeluarga Hendak Merantau

Belum sempat membangun rumah, Aldi memutuskan merantau ke Riau. Aldi bilang ingin membangun rumah di tanah rantau saja.

"Rencana Aldi merantau ingin bangun rumah di sana, padahal kami memang mau bangunkan rumah untuk mereka di Lampung," kata Kamdi.

Mimpi Rumah yang Kandas

Mimpi memiliki rumah di tanah rantau yang diidamkan Aldi pun kini kandas. Mereka satu keluarga tewas terbakar dalam kecelakaan maut tersebut.

Keluarga berharap proses identifikasi segera rampung agar jenazah dapat dimakamkan di kampung halaman. "Rencana kami tiga jenazah dimakamkan satu liang," tutur Kamdi.

Rekomendasi