Cerita Pilu Petugas KPPS di Sulsel, Disiram Tinta, Disundut Rokok dan Dipukul

Sabtu, 20 April 2019 03:14 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Cerita Pilu Petugas KPPS di Sulsel, Disiram Tinta, Disundut Rokok dan Dipukul ilustrasi TPS. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Koordinator divisi hubungan masyarakat, data, informasi dan antar lembaga KPU Sulsel, Uslimin, mengungkap ada dua penyelenggara di tingkat KPPS di Sulsel menjadi korban penganiayaan. Mereka disiram tinta dan disundut rokok, juga ada yang dipukul. Semuanya terjadi di hari pemungutan suara, Rabu 17 April.

Imam Hamka Putra, nama petugas di TPS 01, Kelurahan Penggoli, Kota Palopo disiram tinta wajahnya dan disundut rokok tangannya oleh pemilih di hari pencoblosan.

"Ini ada dua penyelenggara kita di tingkat KPPS yang menjadi korban penganiayaan di hari pencoblosan. Datanya belum lengkap tapi laporannya sudah masuk. Yakni satu orang petugas di TPS 01, Kelurahan Penggoli, Kota Palopo disiram tinta wajahnya dan disundut rokok tangannya oleh pemilih di hari pencoblosan," kata Uslimin kantor KPU Sulsel, Jumat, (19/4).

Satu korban lagi adalah Mahdan, ketua KPPS di TPS 04, Desa Bonepute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur menjadi korban pemukulan di hari pencoblosan juga.

"Dua kasus ini akan segera kita laporkan ke pihak berwajib. Kejadian seperti ini tidak harus terjadi," ujar Uslimin.

Dia menegaskan, tidak boleh ada yang main hakim sendiri karena kita ini di negara hukum. Sedianya, jika ada kesalahan atau kekhilafan dari penyelenggara, harus menempuh cara-cara konstitusional.

"Kalau ada yang tidak cocok, ayok kita cocokkan C1 nya. Bahkan langkah paling akhir sekali kalau memang misalnya tidak bisa selesai-selesai juga, kita buka kotak suara dan dihitung ulang surat suara di dalam kotak itu," tandasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini