Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Menegangkan Warga Saat Puting Beliung Mengamuk di Cirebon

Cerita Menegangkan Warga Saat Puting Beliung Mengamuk di Cirebon Ilustrasi Angin Puting Beliung. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Angin puting beliung mengamuk di Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin. Sebanyak 165 rumah rusak, satu balita meninggal dunia. Inilah kesaksian warga saat menyaksikan musibah tersebut.

Arkom (37) menyaksikan saat bencana angin puting beliung menerjang kampungnya. Dia bersama keluarga langsung keluar rumah melihat angin berputar-putar.

"Sekitar 20 menit angin berputar-putar, saya beserta keluarga langsung keluar rumah menyelamatkan diri," ujarnya kepada Antara, Senin (31/12).

Angin itu mengamuk. Langsung merusak dan menerbangkan atap rumah Arkom. Tidak hanya itu angin kencang juga membuat Arkom harus berpegangan agar tidak terbawa.

"Kami langsung mencari benda untuk pegangan, karena memang anginnya kencang," lanjutnya.

Warga lain, Suwarti (31) punya cerita menegangkan. Dia merinding saat melihat amukan puting beliung menyapu tumpukan botol beling di sekitar rumahnya.

Dia juga mengaku melihat botol beling mulai naik ke atas mengikuti pusaran angin dan genting rumahnya juga ikut berterbangan tersapu angin.

"Waktu kejadian saya kebetulan ada di luar rumah, sehingga melihat dengan jelas amukan angin puting beliung," katanya.

Dia menambahkan suasana makin mencekam saat warga berhamburan keluar dan berteriak minta tolong, tidak hanya itu suara azan pun berkumandang dimana-mana.

Kemudian puting beliung semakin besar, dia beserta keluarga asalnya mengungsi di musala lalu bergeser ke Masjid Panguragan yang berada di dekat Balai Desa Panguragan Kulon.

"Banyak yang menangis, banyak yang azan, menyebut nama Allah. Alhamdulillah kami selamat," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP