Cerita Keberanian Jenderal Jusuf Manggabarani, 'Kebal' Saat Adu Tembak dengan Preman Kampung

Jusuf meninggal dunia di Makassar hari ini, Selasa (20/5).

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Cerita Keberanian Jenderal Jusuf Manggabarani, 'Kebal' Saat Adu Tembak dengan Preman Kampung
Cerita Keberanian Jenderal Jusuf Manggabarani, 'Kebal' Saat Adu Tembak dengan Preman Kampung (Merdeka.com)

Berkarir sebagai polisi menempa Komjen Jusuf Manggabarani menjadi pribadi yang pemberani. Setiap keadaan harus dihadapinya. Meski mengancam keselamatannya.

Cerita keberanian mantan Wakapolri itu salah satunya ketika berhadapan dengan preman kampung. Tanpa rasa takut, jebolan Akpol 1975 adu tembak dengan preman dan musuh berhasil dilumpuhkan.

Usai kejadian berembus kabar jika Jusuf kebal peluru. Seperti apa ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Hari itu, Kota Palopo Sulawesi Selatan tengah genting. Saat bersamaan, Jusuf yang selama ini dinilai berpengalaman di kawasan konflik mendapat kabar dimutasi. Dia menerima, apalagi Sulawesi Selatan merupakan tanah kelahirannya hingga ia kurang lebih mengetahui segala tabiat warga setempat.

Salah satu kasus yang masih menjadi tanda tanya besar bagi pihak kepolisian saat itu adalah sosok Sukri, preman setempat yang ditakuti banyak orang. Tak ada satu pun polisi yang sanggup memberantas begundal kampung tersebut.

Jusuf penasaran. Dia segera tancap gas menuju Mangkutana, menghampiri Sukri bersama beberapa orang. Cemas akan keselamatan Jusuf, sejumlah anak buah Jusuf diam-diam membuntuti.

Dengan santai, ia justru mengabaikan peringatan dari sang anak buah. Dia malah semakin mantap dan membuka kancing bajunya, siap sebagai sasaran tembak yang empuk.

"Terserah kamu mau tembak bagian mana yang enak-enak," tantangnya.

"Jangan komandan," ujar anak buah Jusuf.

"Ah, kau nonton saja," tegasnya.

Dengan senjata rakitan Pa’Poro yang memiliki jarak tembak maksimum 45 meter, Sukri melepaskan timah panas ke arah Jusuf. Suasana begitu menegangkan dan hening.

"Isi pelurumu sebanyak-banyaknya! Pilih yang besar-besar agar mantap nembaknya," ucapnya menantang.

Terdengar beberapa kali tembakan yang diarahkan kepada Jusuf. Ternyata timah panas itu berguguran di depan Jusuf. Anak buahnya merasa terheran dengan kejadian ajaib di depan mata.

"Pelurunya jatuh tuh. Sekarang giliran saya ya," kata Jusuf membuat lutut Sukri gemetar.

Jusuf lalu mendekati Sukri, selongsong pelurunya dibuka dan diambil. Sukri ambruk. Dia langsung meminta anak buahnya untuk membawa preman kampung itu rumah sakit.

Sejak peristiwa itu, Jusuf dipercaya memiliki ilmu kebal. Sang atasan juga penasaran dengan kemampuan unik Jusuf.

"Saya dengar kamu ada ilmu tirai?" tanya sang Kapolda saat itu.

"Ah, itu ilmu naksir jarak saja komandan. Kalau mata kurang jelas itu sudah 60 meter. Saya suruh dia berdiri di jarak 60 meter. Saya mundur sedikit, maka aman," terangnya.

Mendengar hal itu, atasan Jusuf langsung tertawa. Begitulah gaya Jusuf, sang Wakapolda yang tampak santai saat meladeni preman kampung.

Sejak itu pula, karir Jusuf diketahui semakin cemerlang. Dia sempat menjadi Dansat Brimob. Dia juga pernah Kapolda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kapolda Sulsel.

Kemudian menjabat sebagai Kadiv Propam dan Irwasum.

Rekomendasi