Cerita kakek Okem menolak ditempatkan ke rumah singgah
Merdeka.com - Jerat kemiskinan dan pas-pasan membuat kehidupan Sukiman (70) alias Kakek Okem, terbilang memprihatinkan. Dia tinggal sebatang kara di tempat yang sangat tidak layak.
Tanpa penghasilan dan makan dari belas kasih warga, Okem tidur di gubug hasil swadaya warga setempat. Di atas papan kayu berdinding terpal dan spanduk bekas, beralas tanah Okem tinggal seorang diri.
Kehidupannya tentu sangat memilukan. Selain tak ada penghasilan, dia makan dari belas kasih warga yang merupakan para tetangganya.
Okem memang warga lama. Sudah puluhan tahun tinggal di kampung tersebut, setelah sempat dibawa ke rumah singgah milik Dinsos, Okem kembali ke kampungnya.
"Bilangnya enggak betah. Banyak peraturan dan enggak bisa merokok. Ngerokoknya kuat," kata Aini (67), warga setempat.
Okem adalah warga yang telah puluhan tahun tinggal di kampung Parung Benying kelurahan Serua. Dia adalah warga asli kampung tersebut.
Namun, penyakit stroke ringan yang pernah dia alami beberapa tahun lalu, tak membuatnya lincah mencari nafkah untuk sekedar mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kata Aini, Okem sebelumnya, pernah berjualan tahu panggang keliling, di kawasan Serua, Ciputat.
Hasil jerih payahnya mungkin hanya cukup untuk dia makan dan ngontrak rumah di kawasan Parung Benying.
"Waktu masih segar, dia berjualan dan mengontrak, sekarang punya duit dari mana. Makan dan minum saja boleh pengasih warga sini," kata Aini.
Lurah Serua, Tomy Patria Edwardy mengaku sudah berusaha membujuk kakek 70 tahun itu kembali ke rumah singgah milik Dinsos. Namun Okem menolaknya.
"Karena disana banyak peraturan, dia juga kangen lingkungan tempat dia tinggal, dia bilang di panti juga engga bisa merokok," kata Tomy, di gubuk reot Okem, Senin (19/3).
Okem menjadi gambaran betapa kemiskinan dan perhatian para tetangga, membuat Okem masih tetap hidup hingga kini. "Dia miskin, enggak punya keluarga, hanya dari warga saja hidupnya bergantung," kata Tomy.
Dia pun berjanji akan membuat tempat yang layak untuk Kakek Okem tinggal menggantikan gubug reotnya, yang sangat tidak layak itu.
"Saya coba berkoordinasi dengan Baznas untuk minta dibangunkan kamar di kawasan sini. Kami juga sedang cari tanah, nanti mungkin sekalian untuk pos ronda," ucap Tomy.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya