Cerita Ibu Korban Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta: Banyak Serpihan di Badan Anak Saya

Mistri, ibu dari korban ledakan di SMA 72 Jakarta, menceritakan kondisi dan kronologi yang dialami anaknya.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Cerita Ibu Korban Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta: Banyak Serpihan di Badan Anak Saya
Cerita Ibu Korban Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta: Banyak Serpihan di Badan Anak Saya (Merdeka.com)

Mistri mengaku shock usai mendapat telepon dari pihak sekolah. Ia dikabarkan bahwa anaknya menjadi korban ledakan di SMA 72 Jakarta. Info penyebab pertama yang didapatkannya adalah sound system yang meledak.

"Saya kaget jam 2 diinfo, masa iya sound sistem bisa meleldak?," kata Mistri saat berbincang dengan awak media di RSIJ Cempaka Putih, Jumat (7/11).

Mistri pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi sang anak. Menurut dia, kondisinya memprihatinkan dengan banyaknya luka serpihan di tubuh, terutama bagian rahang.

"Banyak serpihan gitu, ledakan terjadi saat mau solat Jumat," tutur dia.

Ledakan 3 Kali

Berdasarkan penuturan sang anak, ledakan terjadi sebanyak 3 kali. Saat ledakan pertama kondisi sang anak dalam posisi panik dan berusaha keluar dari posisinya di mushola sekolah pada saat itu.

"Awalnya mau langsung keluar tapi enggak jadi, itu ledakan pertama. Setelah itu baru lari tapi ledakan ke dua ketiga ambruk, dia baru ambruk," ujar Mistri.

Menunggu Anak Dioperasi

Saat ini Mistri masih menunggu dan berharap kondisi sang anak bisa segera pulih, sebab saat ini sang anak tengah menjalani operasi. 

"Sekarang mau dioperasi bagian tubuhnya yang kena luka, semoga dilancarkan," dia.

Diketahui, sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta sekitar pukul 12 siang. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan langsung mendapat perawatan intensif ke rumah sakit terdekat.

Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk sumber ledakan di area SMA 72 Jakarta. Aparat gabungan juga telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Rekomendasi