Cerita haru Yusuf sekeluarga tertolong kasur saat gempa Aceh
Merdeka.com - Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyebabkan kerusakan parah dan puluhan warga meninggal dunia. Namun, di balik itu ada kisah haru Yusuf dan keluarga yang selamat karena tertolong kasur. Yusuf beserta istri dan anaknya berusia dua tahun selamat dari bencana tersebut.
"Kasus selamatkan saya bersama istri dan anak. Kalau tidak ada kasur itu, entahlah nyawa saya mungkin sudah tidak ada," kata M Yusuf (35) sambil menahan tangis di RSUD Chik Ditiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (12/10).
Yusuf bercerita bahwa mereka sekeluarga tertimpa bangunan ruko berlantai dua di Gampong Teungah, Kabupaten Pante Raja, Aceh. Namun, saat gempa terjadi, dia terjaga dan mungkin karena saking kencangnya guncangan membuat kasur di tempat tidurnya menghempaskan dirinya bersama istri dan anaknya ke bawah."Saya masih sadar, tiba-tiba bebatuan berjatuhan di atas kasur dan gelap gulita sekelilingnya," katanya.
Dia berusaha untuk meminta tolong namun beberapa saat tidak ada yang mendengarnya. "Saat terjatuh tertutup kasur itu, saya mendengar suara seperti air ke luar dari bawah tanah dengan kencangnya," katanya.
Tidak lama kemudian, dia mendengar sayup-sayup suara orang dari reruntuhan itu. "Saya tidak tahu sudah berapa lama di dalam puing-puing itu," katanya menahan air mata yang akan ke luar.
"Yang saya tahu, warga sudah mengangkatnya dari sela-sela reruntuhan. Astaghfirullah," katanya.
Kini, istri dan anaknya sudah di ruang perawatan. "Saya masih trauma kejadian itu," ujarnya pendek.
Dia menceritakan sebagai satu-satu pemilik ruko di gampong (desa) itu. "Saya berjualan kelontong. Saya baru tahu juga jika di kampung saya ada dua korban, itu informasi dari orang tua saya, katanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya