Belum cukup sebulan dimulainya proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar, sudah ada dua guru mengundurkan diri. Alasan dua guru tersebut mengudurkan diri karena jauh dari daerah asalnya.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar Radiah membenarkan adanya dua guru yang mengundurkan diri sebagai tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar. Radiah mengungkapkan dua guru tersebut mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial dan juga Seni Budaya.
"Sebenarnya tidak banyak, hanya ada dua orang guru yang akhirnya tidak bisa melanjutkan penugasan," kata Radiah kepada wartawan, Kamis (31/7).
Radiah mengungkapkan alasan dua guru tersebut mengudurkan diri menjadi tenaga pendidik di Sekolah Rakyat dikarenakan faktor jauh dari domisili. Apalagi, dua guru tersebut berasal dari Pulau Jawa.
"Ini murni karena faktor jarak antara domisili mereka di Jawa dengan lokasi penempatan di Sulawesi. Sehingga setelah dipertimbangkan mereka mengurungkan niat untuk bertugas," ujar dia.
Meski ada dua guru mengundurkan diri, Radiah memastikan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 23 Makassar tidak terganggu. Ia menyebut memaksimalkan seluruh guru yang ada.
"Tidak, karena kami berupaya memaksimalkan potensi guru dan tenaga pendidik yang ada di SR agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik," kata Radiah.
Radiah mengaku ada guru pengganti agar mata pelajaran IPS dan Seni Budaya kosong. Sementara terkait, pengganti dua guru yang mengudurkan diri, Radiah mengaku merupakan ranah Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Terkait penetapan pengganti secara defenitif, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pusat sebagai penentu kebijakan," ucap dia.
Sebelumnya, Radiah mengungkapkan ada 11 guru yang akan mengajar 150 murid di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Makassar. Di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Makassar ini terdapat siswa bernama Naila yang disebut oleh Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement