Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Fahri Hamzah, AM Fatwa & Amien Rais sehari jelang Soeharto lengser

Cerita Fahri Hamzah, AM Fatwa & Amien Rais sehari jelang Soeharto lengser AM Fatwa datangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Politikus senior AM Fatwa meninggal dunia, Kamis (14/12) pagi. Fatwa meninggal di usia 78 tahun karena sakit kanker hati yang dideritanya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah punya kenangan sejarah bersama tokoh proklamasi AM Fatwa dan Amien Rais. Hal itu terjadi satu hari jelang Soeharto mengundurkan diri.

Fahri bercerita, malam itu 20 Mei 1998 berangkat dari rumah Prof Malik Fadjar di kawasan Menteng. Mereka hendak meninjau kawasan Monas yang kabarnya sudah dikepung tentara.

"Kami bertiga dengan Pak Amien Rais naik mobil Pak Fatwa, sebuah Toyota Kijang berwarna merah hati. Setelah melihat Monas yang dipenuhi alat persenjataan berat kami kembali ke Menteng dan memutuskan untuk membatalkan aksi damai keesokan harinya yang ternyata malah pak Harto mengundurkan diri 21 Mei 1998," kata Fahri dikutip dari akun Facebooknya, Kamis (14/12).

Fahri menambahkan, Fatwa termasuk yang dipenjara lama karena tuduhan-tuduhan politik di masa lalu. Lebih dari 12 tahun menjalani penjara yang vonisnya seumur hidup. Keaktifannya di organisasi-organisasi Islam seperti PII, HMI dan lain-lain membuatnya menjadi dikenal luas di kalangan Islam dan non-Islam.

"Sebelum saya menjadi anggota DPR, kami bersama-sama di banyak tempat sebelum reformasi dan saat reformasi. Bersama almarhum Adi Sasono kami bersama aktif di ICMI dan bersama Prof Amien Rais kami bersama mendorong reformasi," tulis Fahri.

pemakaman am fatwa

Pemakaman AM Fatwa ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Fahri dan AM Fatwa pernah bersama-sama di DPR dan MPR. Dia mengaku mengenal secara dekat sekali cita-cita dan perjuangan Fatwa sejak awal. Sehingga Fahri memahami kemampuan dan pandangan politiknya. Menurut Fahri, Fatwa seorang politisi Islam yang memiliki observasi yang sangat luas pada persoalan sejarah, ke-Islaman dan ke-Indonesian.

"Menurut saya, dia itu seperti sisa akhir dari peninggalan politik Islam dari masa lalu, karena itulah kepergiannya membuat kita kehilangan orang yang pernah menguasai pentas politik di negeri ini. Mudah-mudahan kita mengambil banyak contoh dari pak AM Fatwa. Beliau merupakan politisi yang sangat senior dan meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi saya dan bagi masyarakat Indonesia," kata Fahri.

Fatwa dan Fahri pernah berselisih paham di sebuah acara televisi. Saat itu, tema yang dibahas tentang KPK. Seperti diketahui Fahri dikenal politisi yang galak terhadap KPK. Fatwa marah, bahkan hampir melempar mic kepada Fahri.

"Terakhir saya ada perbedaan pendapat tentang KPK sampai beliau sangat marah. Tapi entah mengapa pada hari berikutnya beliau mengirim surat meminta maaf, dan kami pun bertemu. Dalam kesempatan itu beliau ada permintaan khusus terkait masa depan politik saya pasca PKS tetapi saya mendiskusikannya secara santai," kata Fahri.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP