Cerita Dosen UB Kembali Setelah Hampir Sebulan Hilang, Ternyata Ini yang Dilakukan

Habibi hilang hampir sebulan tanpa kabar sejak 3 Juni 2024.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Cerita Dosen UB Kembali Setelah Hampir Sebulan Hilang, Ternyata Ini yang Dilakukan
Cerita Dosen UB Kembali Setelah Hampir Sebulan Hilang, Ternyata Ini yang Dilakukan (Merdeka.com)

Habibi Subandi (39), Dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang dilaporkan hilang hampir sebulan tanpa kabar sejak 3 Juni 2024.


Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu pun kemudian kembali muncul tanggal 28 Juni 2024, setelah sebelumnya menjadi bahan pencarian banyak orang.

"Memang dari Ketua Prodi sudah menyampaikan kalau yang bersangkutan itu sudah aktif kembali dengan nomor WA-nya dan sudah aktif di WA grup. Tapi memang saat ini sudah tidak ada jam mengajar ya, jadi yang bersangkutan mungkin tidak ada jadwal mengajar sampai saat ini," ungkap Dekan Fisip UB Anang Sujoko kepada merdeka.com, Selasa (2/7).


Pihak kampus saat ini sudah mengakhiri kuliah semester genap, dan pekan ini memasuki masa koreksi tes akhir semester untuk penilaian mahasiswa. Sehingga memang Habibi Subandi belum beraktivitas kembali di kampus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tetapi kampus telah mendapatkan kabar kalau yang bersangkutan sudah bersama-sama dengan keluarga sejak 28 Juni 2024.

Habibi yang tinggal seorang diri di Perumahan Pandanwangi Royal Park Jalan Simpang Sulfat Utara Kota Malang hilang kontak sejak 3 Juni 2024. Kampus UB menyadari keganjilan tersebut setelah beberapa orang sahabat sesama dosen kehilangan jejaknya.


"(Habibi) Yang bersangkutan ini memiliki kolega yang biasa guyon-guyon, kok beberapa hari tidak kelihatan, biasanya muncul kok enggak muncul. Kemudian menanyakan itu, akhirnya selama satu pekan kok enggak muncul sama sekali. Saya minta untuk menghubungi keluarganya, ketika menghubungi keluarganya ternyata juga keluarga tidak dipamiti," urainya.

Kampus kemudian menyarankan kepada keluarga agar membuat laporan dan pemberitaan ke media massa. Sehingga keluarga kemudian mendatangi Polsek Blimbing, Polresta Malang Kota pada 13 Juni 2024 melaporkan kalau kehilangan anggota keluarga.


Keluarga juga membuat selebaran digital yang memuat foto yang bersangkutan berikut ciri-ciri fisiknya dan disebarluaskan di berbagai grup whatsapps.

UB akan mengambil langkah dengan tetap mempertimbangkan faktor psikologi yang dialami Habibi. Tindakannya tersebut dinilai sebagai sebuah pelanggaran kendati masih taraf bisa ditoleransi. Tindakan tersebut tetap menjadi bahan masukan bagi UB.

"Karena yang bersangkutan itu tidak aktif di kampus tanpa pemberitahuan bukan faktor yang sifatnya melarikan diri atau istilahnya dengan sengaja indisipliner," ungkapnya.

Kampus memiliki faktor lain yang bersifat track record, sebelum tindakan tersebut dilalui oleh Habibi yang itu bersifat tekanan psikologis dan butuh penanganan.


Sehingga penanganan dari Kampus pun untuk tidak serta merta kemudian memberi sanksi yang sifatnya indisipliner.

"Yang bersangkutan secara kinerja bagus, tetapi yang bersangkutan kan memiliki beban overload, yang menjadi beban psikologis yang sangat tinggi. Apalagi juga ada tambahan permasalahan keluarga yang bersangkutan. Ini menimbulkan kombinasi, yang kemudian menimbulkan tekanan secara psikologis yang membuat dia kadang-kadang di luar ekspetasi kita sebagai seorang dosen," pungkasnya.


Sementara Helmiyah, kakak kandung Habibi mengatakan adiknya kembali ke rumah pada Jumat, 28 Juni 2024 dalam keadaan selamat dan sehat.

Selama meninggalkan rumah, waktunya diisi untuk menenangkan diri di Solo sambil mencari ide mengurus karya disertasinya (S3).


"Beliau di Solo. Dia ingin menenangkan diri, karena masalah kuliah S3 butuh konsentrasi katanya," ungkapnya kepada wartawan, Senin (1/7).

Keluarga juga memastikan kalau tindakan Habibi tersebut tidak terkait permasalahan lain seperti pinjaman online maupun ancaman dari pihak lain.

Rekomendasi