Cegah Pemudik, Penyekatan di Perbatasan Semarang Bakal Lebih Ketat

Rabu, 21 April 2021 01:38 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Cegah Pemudik, Penyekatan di Perbatasan Semarang Bakal Lebih Ketat Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Saat Presentasi Kompetisi Pengelolaan Pengaduan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Semarang akan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan pada arus mudik Idul Fitri 2021. Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan penanganan arus mudik 2021 lebih ketat. Petugas akan memonitor setiap pergerakan kendaraan di perbatasan masuk Semarang mulai 6 Mei 2021.

"Kalau dulu hanya mengawasi bus dan kereta. Sekarang sampai mengawasi mobil pribadi. Karena ada ketentuan yang boleh mudik kalau keluarga sakit, keluarga meninggal, dan lain-lain," kata Hevearita kepada wartawan di Semarang, Selasa (20/4).

Penyekatan dilakukan di beberapa wilayah seperti Semarang-Ungaran, Semarang-Kendal dan Semarang-Demak.

"Kita beri penyekatan di perbatasan Mranggen Demak dan Kabupaten Ungaran, tepatnya di Taman Unyil seperti tahun lalu. Kemudian penyekatan di perbatasan Mangkang dan jalan tol. Ini penting agar arus mudik dapat dibatasi. Sehingga risiko penularan Covid-19 selama Lebaran juga bisa diantisipasi," tuturnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, pihaknya juga mulai melakukan pengawasan dini terhadap pergerakan para pemudik. Nantinya semua camat dan lurah sudah diberi perintah memonitor kedatangan para pemudik di Kota Semarang.

"Sistem pelaporan yang terintegrasi ke siaga Covid-19 sudah ada. Sudah mulai dimonitor dan ada sistem pengawasan langsung terhubung ke Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Terkait pembatasan, Hevearita telah memberlakukan kebijakan bagi pengelola Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani agar tidak membuka layanan bagi para pemudik.

"Karena pemerintah pusat sudah mengeluarkan aturan pelarangan mudik untuk semua moda transportasi, maka otomatis orang-orang tidak bisa lagi mudik naik kapal. Begitu juga pesawat terbang tidak bisa beroperasi karena ada aturan larangan ini," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini