Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Konflik Lanjutan, Satu Peleton Brimob Diterjunkan Ke Adonara Barat

Cegah Konflik Lanjutan, Satu Peleton Brimob Diterjunkan Ke Adonara Barat Ilustrasi Brimob. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur kembali menerjunkan satu peleton BKO Brimob dari Maumere, Kabupaten Sikka ke Adonara Barat, pasca puluhan warga menggeruduk Polsek, Sabtu (30/11).

Penambahan personel ini dilakukan guna meningkatkan keamanan serta mencegah konflik berkelanjutan.

"Anggota Brimob dilengkapi senjata laras panjang dan sejumlah peralatan pengamanan lainnya," katanya Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP Johannes Bangun, Minggu (1/12).

Sebelumnya, Sebanyak 30 orang warga Desa Bukit Seburi 1, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menggeruduk Polsek Adonara Barat, Sabtu (30/11) kemarin.

Mereka datang membawa senjata tajam dan menuntut kepala desa setempat, Matias Kopong Raya, yang ditahan polisi agar segera dibebaskan.

Warga Geruduk Polsek

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams mengatakan, kepala desa Matias Kopong ditahan terkait kasus pembakaran rumah warga atas nama Dominikus, yang dituding memiliki ilmu santet. Matias diduga kuat sebagai provokator hingga terjadi pembakaran rumah korban.

"Kita amankan kepala desa dan beberapa warganya datang ke Polsek minta untuk Kades dibebaskan sambil teriak-teriak seperti orang kerasukan roh leluhur, sehingga 30 orang dengan kades saya perintahkan untuk diamankan," jelasnya, Minggu (1/12).

Menurut AKBP Deny Abrahams, 30 warga kini telah diamankan di Polres Flotim dan sedang menjalani pemeriksaan. Mereka diamankan terkait kepemilikan senjata tajam dan provokasi dengan berpura-pura kerasukan roh leluhur.

"Sementara kami masih pemeriksaan untuk menentukan siapa-siapa saja yang terlibat dan bisa jadi tersangka," ujarnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP