Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah kasus First Travel, Asphurindo minta paket umrah promo disetop

Cegah kasus First Travel, Asphurindo minta paket umrah promo disetop Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi. ©2017 Merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo), mengakui masih ada beberapa biro jasa penyelenggara haji dan umroh yang di bawah naungan asphurindo, bekerja dengan sistem menyerupai First Travel. Berbagai peringatan dan teguran juga telah disampaikan agar masyarakat tak kembali menjadi korban biro perjalanan haji dan umroh nakal.

"Kami selaku pengurus hanya bisa mengimbau, karena pola kerja, cara kerja, pemasaran yang mengikuti First travel itu berisiko," kata Syam Resfiady Ketua Umum Asphurindo, di Lounge Umroh, Hotel Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Kamis (10/8).

Ketika ditanya soal intervensi pemerintah yang lamban merespon jemaah First Travel, pihaknya enggan berkomentat banyak. "Kalau pun keputusan pemerintah ini terkesan terlambat, saya tidak melihat ke sana karena birokrasi pemerintah itu butuh waktu," ujar Syam.

Diterangkan Syam, dari 130-an lebih perusahaan biro jasa perjalanan haji dan umroh yang tergabung dalam Asphurindo, teridentifikasi 5 sampai 6 perusahaan yang merupakan anggota Asphurindo dengan sistem kerja seperti First Travel. Pihaknya pun mengaku selalu memperingati para anggotanya yang bekerja serupa dengan cara kerja First Travel.

"Kami sudah ingatkan terus untuk mengubah sistem dengan cara konvensional. Promo disetop," tegas dia.

Untuk itu pihaknya berencana, akan menggandeng Kementerian Agama untuk meminta klarifikasi terhadap perusahaan biro perjalanan yang memiliki pola kerja yang mirip denga First Travel.

"Bahkan saya dengan juga dari Kemenag akan memanggil travel travel dengan pola yang sama sepeti First Travel," katanya.

Syam mengaku banyak dimintai jemaah calon umroh First Travel yang gagal berangkat, untuk diberangkatkan ke tanah suci oleh anggota Penyelenggara haji dan umroh dibawah naungan Asphurindo.

"Banyak korban First Travel) yang meminta ke anggota kami untuk bisa menolong diberangkatkan," ucap Syam.

Menanggapi banyaknya harapan jemaah calon umrah itu, pihaknya mengaku pesimistis. Sebab, biaya perjalanan umroh yang ditetapkan First Travel jauh di bawah ketetapan biro jasa penyelenggara umrah pada umumnya.

"Namun bagaimana bisa menolong, kalau kita tidak memiliki dana, karena FT itu menjual di bawah harga jual umum," tandas Syam.

Biro travel umroh di bawah Asphurindo, lanjut Syam, butuh tambahan dana dari calon jemaah FT jika harus memberangkatkan mereka yang gagal. "Itu pun kalau mereka dapat refund dari FT," ucap dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP