Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Corona, Plt Gubernur Aceh Minta Warkop dan Lokasi Wisata Tutup

Cegah Corona, Plt Gubernur Aceh Minta Warkop dan Lokasi Wisata Tutup Wagub Aceh Nova Iriansyah. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyurati Wali Kota Banda Aceh meminta agar tempat-tempat keramaian ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia.

Surat itu ditandatangani Nova Iriansyah, Minggu (22/3). Ada tiga poin penting dicantumkan dalam surat tersebut. Intinya mencegah warga berada di keramaian sebagai upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.Berikut poin yang disampaikan:1. Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa Corona Virus Disease (Covid-19) telah mewabah ke Indonesia, sehingga perlu mendapatkan penanganan serius agar virus tersebut tidak meresahkan di kalangan masyarakat Aceh. Maka untuk mengantisipasi meluasnya pengaruh COVID-19 harus dilakukan pembatasan ruang gerak di fasilitas umum agar wabah ini tidak menjadi pandemi di Aceh.2. Berkenan hal tersebut di atas, kami harap saudara untuk sementara waktu menutup tempat-tempat keramaian (pantau Ulee Lheue, Cafe, warung kopi, karaoke. wahana permainan dan tempat hiburan lainnya) di Banda Aceh3. Khusus pelabuhan Ulee Lheu, agar saudara menyiapkan prosedur penanganan evakuasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dari Sabang dan Pulau Aceh.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Muhammad Iswanto membenarkan surat tersebut dikeluarkan oleh Plt Gubernur Aceh. Ini bagian dari gerak cepat untuk mencegah Covid-19 di Aceh."Iya, mudah-mudahan terus bergerak cepat dan tidak terlambat usaha-usaha kita untuk mencegah COVID-19," kata Iswanto, Minggu (22/3).Pantauan merdeka.com, sejumlah warung kopi di beberapa lokasi seperti di kawasan Lampineung, Pango, Bato hingga Ulee Lheue masih disesaki pengunjung.

Warga masih bercengkrama di warung kopi meskipun pemerintah Aceh telah menginstruksikan agar warga berada di rumah masing-masing. Termasuk sudah meliburkan sekolah dan pembatasan pegawai negeri bekerja.

Sementara itu Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal mengingatkan masyarakat Aceh yang berada di Jakarta dan lainnya di seluruh Indonesia. Saat ini agar tidak pulang ke Aceh hingga tiga minggu ke depan.

Imbauan itu dikeluarkan berdasarkan perkembangan penyebaran virus Corona yang mengkhawatirkan masyarakat di Aceh, karena masifnya penularan virus penyebab Covid-19 itu di pelbagai daerah, terutama di Pulau Jawa.

"Kita meminta masyarakat Aceh di rantau agar tidak pulang kampung dulu, agar mereka aman dari penularan," pinta Almunizar.

Menurutnya, yang ditakutkan penularan virus justru terjadi dari seseorang yang tampak sehat tapi membawa virus dalam masa inkubasi. Kemudian menularkan kepada orang lain di pelbagai tempat yang dikunjunginya. Karena interaksi antara banyak orang di stasiun atau bandara akan sangat beresiko tertular virus mematikan itu.

Almuniza mengatakan, imbauan tersebut disampaikan kepada masyarakat Aceh di rantau atas dasar kepedulian pemerintah terhadap warga Aceh. "Setidaknya masyarakat Aceh di Jakarta jangan keluar Jakarta hingga masa imbauan ini berakhir (tiga minggu kedepan)," kata Almuniza.

Adapun data covid-19 di Aceh hingga saat ini belum ditemukan pasien yang positif. Total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Aceh sebanyak 4 orang, yang semuanya masih dalam perawatan. Sedangkan total Orang Dalam Pemantauan (ODP) 84 orang dan sebanyak 11 orang setelah uji laboratorium dinyatakan negatif covid-19.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP