Catut Nama Pejabat Polda Jatim, Dua Penipu Kelabui Pengusaha di Gresik

Jumat, 16 Agustus 2019 02:31 Reporter : Erwin Yohanes
Catut Nama Pejabat Polda Jatim, Dua Penipu Kelabui Pengusaha di Gresik Dua pelaku penipuan diamankan di Gresik. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Mengaku sebagai salah satu pejabat Kepolisian di Polda Jatim, dua orang penipu diringkus polisi. Atas kasus ini, mereka setidaknya telah berhasil mengelabui seorang pengusaha tembaga asal Gresik.

Nama pejabat Polda Jatim, Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara lah yang dicatut oleh tersangka Stevanus Abraham Antonie (41) asal Bekasi, dan Heri Irawan (28) asal Purwakarta.

Kanit III Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Harianto Rantaselu mengatakan, kedua pelaku melakukan penipuan dengan modus menggunakan media sosial Whatsapp (WA) kepada seorang pengusaha tembaga bernama Rianto, asal Gresik.

"Pelaku menghubungi pengusaha dan mengaku sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara," katanya, Kamis (15/8).

Dalam kasus ini, kedua pelaku menawarkan tembaga yang didapatkan dari hasil lelang barang dengan harga Rp 50 ribu perkilo. Mereka mengklaim memiliki barang tersebut dengan jumlah sebanyak 5 ton 7 kwintal. Jika ditotal, barang tersebut seharga Rp 285 juta.

Setelah sepakat, Rianto diminta tersangka untuk mentransfer uangnya melalui rekening pelaku lain yang mengaku sebagai ajudan Wadirreskrimsus, atas nama Kompol Stevanus.

"Lalu, pelaku menyuruh korban untuk mentransfer uang awal atau DP (down payment) sebesar Rp 47 juta. Transfer itu dilakukan dua kali, pertama transfer Rp 25 juta, kemudian yang kedua Rp 22 juta," katanya.

Setelah di transfer kedua pelaku menjanjikan akan segera mengirimkan barangnya. Namun, setelah mendapatkan barang, kedua pelaku justru menghilang dan tidak bisa dihubungi teleponnya.

"Setelah uang ditransfer barang ternyata tidak kunjung datang. Saat dihubungi HP nya, ternyata sudah tidak bisa," katanya.

Korban yang merasa tertipu kemudian menghubungi Wadirreskrimsus yang asli dan ternyata penawaran yang dilakukan tersebut tidak benar. Korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polda Jatim dan polisi berhasil menangkapnya.

Dalam aksinya, Stevanus dan Heri mengaku mendapatkan nomor telepon pengusaha tersebut melalui Babinkamtibmas dan pencarian Google. Ia sengaja mencatut nama polisi agar mudah dipercaya korbannya.

Atas kasus ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa empat HP milik pelaku sebagai sarana penipuan, dua ATM, dan 12 simcard serta uang tunai sebesar Rp 1 juta.

Pelaku pun dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 JO Pasal 45 ayat 1 UU RI No 19 Tahun 2016 atas perubahan tentang UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kedua pelaku dipidana penjara paling lama 6 tahun. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Penipuan
  2. Gresik
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini