Catat! Puncak & Sekitarnya Masih Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Waspada
Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan terjadi pada 3 hingga 9 Maret 2025 di sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk lebih berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan terjadi pada 3 hingga 9 Maret 2025 di sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko Fatuhri Syabanio, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca buruk yang bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah saat hujan deras. Pastikan lingkungan sekitar aman dari risiko bencana,” ujarnya.
BMKG juga meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta tetap siaga menghadapi kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Satu Tewas
Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sejak Minggu sore (2/3) hingga malam hari menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Data terkini BPBD Kabupaten Bogor, bencana ini mengakibatkan satu korban jiwa, empat warga luka-luka, serta ratusan warga terdampak.
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Asep Mulyana (59), warga Desa Citeko, Cisarua. Asep dilaporkan hanyut terbawa arus banjir saat berusaha menyelamatkan keluarganya.
Jenazahnya ditemukan pada Senin pagi (3/3) pukul 10.00 WIB di sekitar Bendungan Ciawi, Kecamatan Megamendung, yang berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi awal ia terseret banjir.
Selain itu, beberapa warga mengalami luka ringan akibat longsor dan telah mendapatkan perawatan di RSPG, Cisarua.
Ratusan KK Terdampak Banjir
Banjir dan longsor berdampak pada 119 kepala keluarga (KK) atau 423 jiwa di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Utara. Luapan Sungai Ciliwung pada pukul 20.30 WIB menyebabkan rumah-rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
Selain itu, dua jembatan penghubung di Kecamatan Cisarua dilaporkan ambruk, menyebabkan akses transportasi warga terputus.
Material longsor juga menutup jalan di KM 86 Puncak Pass dan menghambat arus lalu lintas di jalur wisata.