Kronologi Pesepeda Tewas Tertemper KA Batara Kresna Usai Terobos Perlintasan Kereta

KA Batara Kresna dengan kode KA 515 dari arah selatan menuju arah utara sudah memberi peringatan dengan cara membunyikan klakson

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Kronologi Pesepeda Tewas Tertemper KA Batara Kresna Usai Terobos Perlintasan Kereta
Pesepeda di Sukoharjo tewas tertabrak KA Batara Kresna. (merdeka.com/Arie Sunaryo)

Seorang pesepeda meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Batara Kresna KA 515 di perlintasan yang sudah ditutup permanen di Dukuh Nglinduk RT 03/04 Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026) pukul 12.30 WIB.

Korban diketahui bernama Aching Subagiyo (49) warga Dukuh Karanganyar RT 01/05 Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Kapolsek Polokarto AKP Aris Joko Narimo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu saksi Agus Riyadi (35) melihat korban mengendarai sepeda onthel dari arah barat ke timur.

"Setelah melintasi rel kereta api, namun roda belakang sepeda onthel masih pada posisi di atas rel kereta api. Kereta api Batara Kresna dengan kode KA 515 dari arah selatan menuju arah utara sudah memberi peringatan dengan cara membunyikan klakson," jelas AKP Aris.

Korban kemudian tertabrak badan kereta dan terpental ke arah utara sekitar 40 meter hingga masuk ke dalam selokan. Warga yang melihat kejadian langsung berdatangan ke lokasi. Korban kemudian dibawa ke RSUD Ir. Soekarno untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan catatan polisi, perlintasan KA di Dk. Gedangan RT 02/05 Desa Bugel tersebut sudah ditutup permanen oleh KAI.

Pesepeda di Sukoharjo tewas tertabrak KA Batara Kresna
Pesepeda di Sukoharjo tewas tertabrak KA Batara Kresna. (merdeka.com/Arie Sunaryo)

KAI: Jangan Gunakan Perlintasan yang Sudah Ditutup

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih sangat menyayangkan kejadian ini. Dia menegaskan masyarakat agar tidak lagi menggunakan perlintasan yang sudah ditutup.

"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak beraktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi tinggi risiko," terang Feni, Selasa (18/8/2026).

Feni juga mengimbau pengguna jalan berhenti sejenak untuk memastikan keamanan jalur sebelum melintas di perlintasan sebidang resmi.

"Masyarakat juga diimbau tidak membuat perlintasan liar baru. Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama," ucapnya.

Akibat kejadian ini perjalanan KA 515 relasi Wonogiri-Purwosari sempat tertahan, namun kembali dilanjutkan pada pukul 12.36 WIB. Seluruh awak KA dinyatakan selamat.

Rekomendasi