Cara Khofifah - Emil tingkatkan kemampuan tenaga kerja termasuk TKI asal Jatim
Merdeka.com - Dalam debat perdana Pilkada Jawa Timur, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak memaparkan gagasannya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja. Termasuk tenaga kerja asal Jatim yang bekerja di luar negeri alias TKI.
Bicara tenaga kerja, Khofifah menuturkan, problematika di Jawa Timur cukup beragam. Dia memulai ceritanya saat berkunjung ke Nganjuk. Di sana, Khofifah berkunjung ke sentra Shuttlecock yang sudah ada sejak tahun 1993. Di sana kekurangan tenaga kerja. Hal sama juga terjadi di Ngawi ketika Khofifah mengunjungi sentra industri seni ukir dan kerajinan kayu.
"Saya ingin sampaikan, problem tenaga kerja variatif. Ada 21 persen tenaga kerja di Jatim di atas 15 tahun yang tak lulus SD. Mereka masuk unskilled labor," ungkap Khofifah.
Khofifah menyampaikan gagasannya untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja. Salah satunya dengan menggelar semacam pendidikan untuk tenaga kerja pada akhir pekan. Termasuk untuk para TKI. "Sehingga TKI kita punya kemampuan dan keahlian," ucapnya.
Calon wakil Gubernur nomor urut satu, Emil Dardak melihat perlu terobosan agar tenaga kerja lokal tidak bertolak ke luar negeri untuk mencari peruntungan. Emil banyak menemui TKI yang baru kembali dari luar negeri untuk mencari akar persoalan dan solusinya.
"Wirausaha salah satu cara mendorong mereka tak berangkat ke luar negeri. Kami bertemu buruh migran yang kembali, banyak yang berkeluarga. Nah bagaimana wirausaha ini tidak kesulitan menjual barang melalui ritel," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya