Canggihnya Teknologi Pengawasan Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026: Drone, AI, dan Bodycam Jadi Andalan

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkap kecanggihan Teknologi Pengawasan Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026. Drone, AI, dan bodycam siap amankan mudik Lebaran, menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Canggihnya Teknologi Pengawasan Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026: Drone, AI, dan Bodycam Jadi Andalan
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkap kecanggihan Teknologi Pengawasan Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026. Drone, AI, dan bodycam siap amankan mudik Lebaran, menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan. (AntaraNews)

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo telah mengungkapkan inovasi signifikan dalam sistem pengawasan lalu lintas untuk Operasi Ketupat 2026. Sistem canggih ini dirancang khusus untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini, memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar dan aman.

Pengungkapan ini dilakukan saat Wakapolri meninjau Command Center KM 29 yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (14/3). Ia menjelaskan bahwa Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir.

Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, kecepatan, dan transparansi pengawasan arus lalu lintas. Dengan demikian, pelayanan optimal dapat diberikan kepada masyarakat selama periode krusial mudik Lebaran 2026.

Drone Canggih untuk Pemantauan Lalu Lintas

Korlantas Polri mengoperasikan dua jenis drone khusus untuk sistem pengawasan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026. Jenis pertama adalah drone yang terintegrasi langsung dengan Command Center mobile.

Drone mobile ini berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas di area-area yang sulit dijangkau oleh kamera pengawas konvensional atau CCTV. Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan, "Drone mobile inilah yang akan digunakan untuk melakukan analisis data. Analisis data ini penting juga untuk mengambil suatu keputusan-keputusan."

Jenis drone kedua adalah Drone Patroli Presisi, yang secara spesifik digunakan untuk penegakan hukum melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). "ETLE drone itu untuk melakukan penindakan secara elektronik kepada pelanggar-pelanggar lalu lintas," jelas Dedi. Teknologi ini memungkinkan penindakan pelanggaran lalu lintas dilakukan secara otomatis dan akurat.

Peran Kecerdasan Buatan dan Pusat Komando Terintegrasi

Selain penggunaan drone, sistem pengawasan arus mudik tahun ini juga diperkuat dengan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi AI memungkinkan proses analisis data dan pemaknaan situasi lalu lintas dilakukan secara real-time di sepanjang jalur mudik.

Pemantauan yang didukung AI ini terintegrasi langsung dengan berbagai command center yang tersebar di wilayah Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Sumatra, hingga Bali. Integrasi ini mencakup berbagai jalur utama mudik di seluruh negeri, memastikan cakupan pengawasan yang luas.

Sistem pemantauan juga dilengkapi dengan teknologi traffic counting yang mampu menghitung jumlah kendaraan melintas di ruas-ruas jalan utama. Data dari traffic counting ini menjadi indikator vital bagi petugas dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas, seperti penerapan contraflow atau sistem one way, apabila terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Seluruh data penting ini ditampilkan secara terintegrasi pada layar monitor Command Center di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area KM 29.

Aplikasi K3I dan Bodycam Tingkatkan Efektivitas Pengawasan

Salah satu sistem kunci yang digunakan adalah Aplikasi K3I, singkatan dari Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi. Aplikasi ini berbasis geospasial atau peta digital yang memuat beragam informasi penting terkait jalur mudik.

  • Melalui Aplikasi K3I, petugas dapat memantau lokasi personel polisi lalu lintas yang sedang berpatroli.
  • Aplikasi ini juga menampilkan jaringan CCTV yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
  • Petugas dapat melihat lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu secara real-time.

Tidak hanya itu, Wakapolri Dedi Prasetyo menambahkan bahwa pada Operasi Ketupat tahun ini, seluruh personel patroli lalu lintas di lapangan telah dilengkapi dengan kamera yang terpasang pada tubuh petugas, atau bodycam. "Bodycam ini penting juga untuk bisa melihat situasi dan juga untuk bisa mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan anggota di lapangan," ujarnya. Penggunaan bodycam ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap tindakan petugas di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi