BWS Bali-Penida Siapkan Normalisasi Enam Sungai, Anggaran Rp30 M untuk Waduk Muara Tukad Badung
Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida akan mengeruk sedimentasi di Waduk Muara Tukad Badung, Denpasar, guna mencegah banjir.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida akan mengeruk sedimentasi di Waduk Muara Tukad Badung, Denpasar, guna mencegah banjir saat musim hujan. Pengerukan ini dinilai mendesak karena endapan lumpur di hilir waduk mencapai sekitar 270 ribu meter kubik.
Kepala BWS Bali-Penida, Gunawan Suntoro, menjelaskan besarnya volume sedimentasi tersebut bisa mengurangi daya tampung air. “Sekitar 200 ribu kubik, cukup banyak. Waduk muara itu luas, jadi ketebalan sedikit saja jika dikalikan luasan akan besar jumlahnya,” ujarnya dalam rapat bersama DPRD Bali, Rabu (17/9).
Selain Waduk Muara Tukad Badung, normalisasi juga diajukan untuk enam sungai besar di Bali sesuai permintaan Gubernur Bali Wayan Koster kepada Kementerian PUPR. Sungai yang masuk prioritas di antaranya Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Mati, hingga Tukad Unda. Identifikasi titik rawan saat ini masih dilakukan.
Normalisasi tersebut meliputi pengerukan sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti check dam, hingga perbaikan tanggul. Gunawan menegaskan, upaya ini penting mengingat curah hujan di Bali semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir besar.
Untuk Waduk Muara Tukad Badung saja, diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp30 miliar. “Kalau sungai lainnya masih dihitung. Setidaknya di waduk muara itu bisa mencapai Rp30 miliar,” katanya.
Ia menambahkan, normalisasi tidak bisa dilakukan sekaligus dan akan dikerjakan secara bertahap dengan rencana jangka menengah. “Tahun depan diharapkan sudah bisa dimulai. Tahun ini, fokus pada perbaikan tanggul yang rusak akibat bencana,” jelasnya.
Sebelumnya, banjir bandang di Bali pada 10 September menewaskan sedikitnya 18 orang, sebagian besar di Kota Denpasar. Empat orang lainnya masih dalam pencarian. Data ini menegaskan urgensi normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi bencana di masa depan.