Butuh tambahan data, Polda Jabar belum tetapkan Rizieq tersangka
Merdeka.com - Penyidik Polda Jabar merampungkan gelar perkara kedua kasus dugaan penistaan simbol negara, Pancasila. Dari hasil gelar perkara, penyidik Direskrimum Polda Jabar merasa perlu melengkapi kembali alat bukti dan keterangan saksi terkait kasus yang menyeret pimpinan FPI Rizieq Syihab.
Gelar perkara kedua oleh penyidik dilakukan, Kamis (23/1) mulai pukul 10.00 WIB dan baru berakhir pukul 19.00 WIB. Gelar perkara dilakukan internal Polri itu melibatkan tim Bareskrim, Irwasum dan Divisi Hukum Mabes Polri.
"Gelar perkara baru selesai tadi pukul 19.00 WIB. Hasilnya adalah bahwa kemungkinan kita harus mencari beberapa saksi ahli dan dokumen untuk mendukung supaya membuat terang perkara ini," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Jabar, Senin (23/1) malam.
Kepolisian membutuhkan data tambahan guna membuat kasus tersebut benar-benar memenuhi unsur dari pasal yang disangkakan yakni Pasal 154a dan 320 KUHP. Misalkan tambahan saksi yang harus digali kembali untuk memastikan apakah ucapan Rizieq yang diduga menistakan Pancasila benar terlontar langsung atau tidak di tempat kejadian perkara.
"Ada beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk meyakinkan bahwa memang di kegiatan tersebut (ada penistaan Pancasila?). Sebab Rizieq sendiri enggak ngaku bahwa itu bukan dia dan katanya editan. Makannya itu yang kita harus yakinkan," ujarnya.
Dia menegaskan, kepolisian sudah bekerja profesional agar kasus yang dilaporkan langsung putri Presiden pertama RI Sukarno, yakni Sukmawati Sukarnoputri itu tidak terkesan tergesa-gesa.
"Ini kehati-hatian kita dan tetap profesional agar penyidik tetap membuat terang dan berlanjut sesuai dengan pasal sangkaan," imbuhnya.
Saat ditegaskan kembali soal status hukum Rizieq, Yusri menjawab. "Status masih saksi," tegas Yusri.
Untuk diketahui, Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan simbol negara Pancasila yang sebelumnya dilaporkan ke Mabes Polri dan dilimpahkan ke Polda Jawa Barat. Dari barang bukti yang ada, Rizieq menyebutkan Pancasila Soekarno, Ketuhanan ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di kepala.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya