Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bus PO Sinar Mandiri tabrak sepeda motor, 3 tewas

Bus PO Sinar Mandiri tabrak sepeda motor, 3 tewas ilustrasi

Merdeka.com - Dua orang tewas seketika dan satu lainnya tewas di RSUD dokter R Soetrasno akibat kecelakaan yang melibatkan bus Sinar Mandiri dengan sepeda motor di jalur pantura, Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem Jumat (23/3) malam tadi.

Ketiga korban tewas itu adalah Tanti  Nuryanti (27) warga RT 2 RW 1 Desa Ngotet, Remban,; Oktaviani (4) dan Heni Nuryanti (28), warga RT I RW I Desa Mondoteko, Rembang.

Dari hasil informasi yang dihimpun merdeka.com aksi kecelakaan bermula saat bus Sinar Mandiri dengan nomor polisi N 7582 UG melaju kencang dari arah barat. Ketika sampai di jalur pantura Desa Gedongmulyo, bus yang disopiri oleh Ahmad Irvanudin (30) warga Desa Karangturi Lasem itu diduga berusaha menyalip bus Jaya Utama yang juga tengah menyalip sebuah mobil.

Dari arah timur meluncur sepeda motor Jupiter K 4382 UD yang dinaiki Tanti, Heni dan Okta, tiga kerabat yang baru saja menghadiri acara keluarga di Ngemplak Lasem.

"Bus Sinar Mandiri langsung saja menabrak sepeda motor yang dikendarai tiga orang itu," kata Sutikno, saksi mata warga Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem yang tengah berada di warung depan lokasi kejadian.

Insiden kecelakaan membuat warga sekitar langsung berusaha menolong. Tapi ibu dan anak Heni dan Okta sudah meninggal dunia di tempat. Jenazah Heni dan Okta langsung dibawa warga ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Desa Punjulharjo Rembang.

Sedangkan Tanti sempat dibawa ke RSUD dokter R Soetrasno Rembang. Namun dalam perjalanan, Tanti juga meninggal dunia.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto mengatakan pihaknya langsung mengamankan dan memeriksa sopir Ahmad Irvanudin beserta bus Sinar Mandiri.

"Setelah melakukan pemeriksaan, sopir bus Ahmad Irvanudin kami tetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan di jalan pantura Desa Gedongmulyo itu," jelas Adhy.

Adhy menambahkan dari pemeriksaan sopir nekat ngebut karena menganggap jalanan tengah sepi.

"Sopir menganggap Jumat hari libur dan kondisi jalan memang sepi. Sopir akhirnya nekat ngebut dan menyalip kendaraan yang ada di depannya," terang Adhy.

Adhy berharap kejadian itu bisa menjadi peringatan bagi sopir bus yang ugal-ugalan saat melintasi jalan pantura, Rembang.

"Kami akan melakukan penindakan tegas kepada sopir bus yang ugal-ugalan saat melintas jalan pantura," tandas Adhy. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP