Bupati Trenggalek Tinjau Longsor di Bendungan, Perintahkan Pendirian Pos Pengungsian & Siapkan Lokasi Relokasi

‎Kunjungan diawali dengan ziarah ke empat makam korban yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Bupati Trenggalek Tinjau Longsor di Bendungan, Perintahkan Pendirian Pos Pengungsian & Siapkan Lokasi Relokasi
Bupati Trenggalek Tinjau Longsor di Bendungan, Perintahkan Pendirian Pos Pengungsian & Siapkan Lokasi Relokasi (Merdeka.com)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama rombongan dari Kementerian Sosial, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan jajaran terkait meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Senin (3/11). ‎Kunjungan diawali dengan ziarah ke empat makam korban yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor, dilanjutkan dengan penyaluran bantuan dan dialog bersama keluarga korban serta warga sekitar.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menegaskan bahwa kawasan sekitar lokasi kejadian masih berpotensi mengalami longsor susulan. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, terlihat adanya retakan tanah di bagian mahkota longsor serta pergerakan tanah yang meningkat ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Yang paling penting sekarang kita memberikan pengetahuan kepada warga bahwa mereka masih berada di zona rawan. Karena itu, kami memberikan edukasi agar jika curah hujan tinggi segera mengungsi ke tempat yang aman," ungkap Mas Ipin.

‎‎Melihat kondisi yang masih berisiko, Bupati Trenggalek segera memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial untuk menyiapkan tempat pengungsian sementara di SDN Satu Atap Desa Depok. Fasilitas sekolah tersebut disiapkan sebagai tempat evakuasi warga, lengkap dengan kebutuhan dasar seperti tempat tidur, konsumsi, dan air minum.

"Untuk sementara kita gunakan fasilitas sekolah. Namun dalam jangka panjang, pemerintah daerah akan menyiapkan lahan untuk relokasi permanen," tambahnya.

Sekitar 95 rumah direlokasi total

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan @ 2025 merdeka.com

‎Mas Ipin juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap penanganan bencana di Trenggalek. "Terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah menugaskan Kalaksa BPBD Provinsi, dan Gus Menteri Sosial yang juga menurunkan perwakilannya dari Kemensos. Semoga nanti ada sinergi anggaran antara Pemprov, Kemensos, dan Pemkab untuk relokasi jangka panjang," ujarnya.

‎Dijelaskan pula, sekitar 95 rumah di kawasan rawan longsor Desa Depok akan diusulkan untuk direlokasi total. Upaya ini dilakukan untuk menghindari terulangnya tragedi serupa, mengingat curah hujan di wilayah pegunungan Trenggalek masih cukup tinggi.

‎‎Sebagai langkah antisipasi, Bupati Mas Ipin mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing agar waspada, terutama saat hujan deras di malam hari. "Saya wajibkan bagi warga di area rawan longsor, bila hujan berintensitas tinggi, segera mencari tempat yang lebih aman," tegasnya.

BPBD Trenggalek diminta perkuat early warning system

‎Selain itu, BPBD Trenggalek juga diminta untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) dan jaringan komunikasi darurat. "Kita siapkan radio lokal melalui RAPI dan ORARI untuk saling bertukar informasi, terutama bila listrik dan jaringan seluler padam. BPBD akan memantau melalui Dasboard Kebencanaan yang mereka miliki," terang Mas Ipin.

‎‎Sebagaimana diketahui, bencana tanah longsor yang terjadi Sabtu (1/11) lalu menelan empat korban jiwa dalam satu keluarga: Sarip (60), Welas (53), Fajar Puji Wibowo (19), dan Rohman (15). Sementara satu anggota keluarga lainnya, Wijianto (30), berhasil selamat meski mengalami luka-luka.

Rekomendasi