Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Petahana Daftar Bacabup Jember di PDIP

Bupati Petahana Daftar Bacabup Jember di PDIP Bupati Jember Daftar Bacabup PDIP. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Bupati Jember, Faida ikut mendaftar penjaringan bakal Calon Bupati melalui PDIP. Faida datang sendiri ke kantor DPC PDIP Jember pada Sabtu (14/9) sore, yang merupakan hari terakhir pendaftaran. Bahkan, dia datang sekitar 10 menit jelang waktu pendaftaran ditutup, yakni pukul 15:00 WIB.

Faida datang untuk mengambil formulir pendaftaran dan sekaligus langsung mengembalikannya ke Tim Penjaringan Bacabup PDIP Jember. Saat ditanya alasannya datang pada hari terakhir, dia mengaku karena alasan sibuk dinas.

"Alhamdulillah saya sudah selesai mendaftar. Saya memang sengaja ingin mendaftar hari Sabtu, bertepatan dengan hari libur. Sebelumnya saya masih sibuk urusan dinas," kata alumnus Fakultas Kedokteran Unair Surabaya itu.

Mengenai memilih PDIP, Faida mengungkapkan, setidaknya dua alasan. Pertama, karena PDIP merupakan partai pertama di Jember yang membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati. Selain itu, dia memilih maju kembali dalam Pilbup Jember 2020 lewat PDIP karena partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu yang mengusungnya di Pilkada 2015 silam.

"Karena mekanismenya mendaftar, saya tetap. Sama dengan pendaftar, yakni ikut mendaftar," jelasnya.

Faida juga siap bersaing dengan beberapa kader internal PDIP yang juga berniat maju dalam Pilkada 2020. Meski bukan kader partai banteng, dia tetap optimistis bisa meraih tiket dari partai pimpinan Megawati tersebut.

"PDIP adalah partai terbuka, terbukti sebelumnya banyak memberikan rekomendasi baik kader dan non kader. Sebelumnya, saya juga berpasangan dengan Kiai Muqit yang merupakan kader PDIP. Saya yakin nanti DPP PDIP akan memutuskan yang terbaik," tuturnya.

Selain lewat PDIP, Faida juga akan membuka komunikasi dengan partai lain, diantaranya adalah Nasdem. Sejauh ini, hanya Nasdem yang belum secara tegas menyatakan sikap politiknya. "Semua ikhtiar politik akan saya coba, yang terbaik. (Nasdem), iya termasuk. Tetapi sejauh ini belum ada komunikasi dengan partai manapun," tegasnya.

Di atas kertas, langkah Faida dalam Pilbup Jember 2020 diperkirakan cukup sulit. Sebelumnya, 7 dari 11 parpol yang memiliki kursi di DPRD Jember, telah membuat kaukus atau koalisi yang secara tegas menyatakan, ingin mengganti bupati. Tujuh partai tersebut, yakni PPP, Demokrat, Golkar, PKS, PAN, Partai Berkarya dan Perindo. Di parlemen, kekuatan kaukus ini memiliki 20 kursi dari total 50 kursi.

PKB yang memiliki kursi terbanyak bersama Nasdem, yakni 8 kursi, belum menyatakan secara tegas sikap politiknya. Begitu juga dengan Gerindra, yang memiliki suara terbanyak kedua bersama PDIP, yakni 7 kursi. Namun pada periode 2014-2019, DPRD Jember dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan bupati Jember. Termasuk di dalamnya politisi PKB dan Gerindra.

Adapun Faida, disebut-sebut tercatat sebagai pengurus Partai Nasdem Jawa Timur. Meski hal itu tidak pernah dikonfirmasi secara tegas oleh dirinya. Namun, suami Faida, drg Abdul Rochim, pada pemilu 2019 maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, meski gagal terpilih.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP