Bupati Kuningan: Ekosistem Film Daerah Rawat Ingatan Kolektif dan Dorong Ekonomi Kreatif

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa ekosistem film daerah, khususnya di Kabupaten Kuningan, berperan vital dalam merawat ingatan kolektif masyarakat dan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebu

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Kuningan: Ekosistem Film Daerah Rawat Ingatan Kolektif dan Dorong Ekonomi Kreatif
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa ekosistem film daerah, khususnya di Kabupaten Kuningan, berperan vital dalam merawat ingatan kolektif masyarakat dan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebu (AntaraNews)

Kuningan, Jawa Barat – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyoroti peran penting ekosistem film daerah dalam menjaga dan merawat ingatan kolektif masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Dian saat menghadiri acara screening film bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” di Kuningan, Senin. Menurutnya, film adalah bahasa zaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menyampaikan pesan, nilai, serta pandangan masyarakat terhadap kehidupan.

Dian Rachmat Yanuar secara khusus mengapresiasi para sineas muda di Kabupaten Kuningan yang terus berinovasi dan menghasilkan karya film dengan latar belakang cerita lokal. Ia menekankan bahwa melalui film-film yang mengangkat kisah-kisah daerah, para sineas secara tidak langsung sedang melestarikan memori kolektif masyarakat tentang masa lalu, masa kini, dan harapan di masa depan.

Lebih lanjut, Bupati Kuningan juga melihat potensi besar dari perkembangan perfilman daerah untuk memajukan sektor ekonomi kreatif. Selain itu, ia mengungkapkan rencana pembangunan bioskop di bekas lapangan pacuan kuda sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekosistem perfilman di Kuningan. Hal ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi karya-karya lokal untuk lebih dikenal luas.

Film memiliki kekuatan unik sebagai media penyampai pesan yang mendalam dan berkesan. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menggarisbawahi bahwa ketika sineas lokal Kuningan mengangkat cerita-cerita dari daerahnya, mereka sedang melakukan upaya penting dalam merawat ingatan kolektif masyarakat. Film menjadi cerminan budaya, tradisi, dan sejarah yang membentuk identitas suatu komunitas.

Kegiatan seperti screening film “Layar Lokal, Cerita Kita” menjadi bukti nyata semangat para sineas muda di Kuningan untuk terus berkarya. Apresiasi tinggi diberikan kepada mereka yang gigih menghadirkan film-film dengan narasi lokal. Ini menunjukkan bahwa film tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat dokumentasi dan edukasi yang efektif bagi generasi sekarang dan mendatang.

Melalui narasi visual, film lokal mampu membangkitkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap warisan budaya. Kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kuningan dapat memperkuat ikatan emosional dan pemahaman akan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Inilah esensi dari merawat ingatan kolektif melalui medium film.

Perkembangan ekosistem film daerah di Kuningan tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Menurut Bupati Dian Rachmat Yanuar, karya visual dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Kuningan ke khalayak yang lebih luas, menarik wisatawan, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Rispiaga, turut mengapresiasi kemajuan sub-sektor perfilman di Kabupaten Kuningan. Ia menyatakan bahwa selama ini sektor ekonomi kreatif di daerah seringkali bertumpu pada kriya, fesyen, dan kuliner. Namun, munculnya komunitas film menunjukkan adanya potensi baru yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Rispiaga menambahkan, industri film besar seringkali bermula dari festival atau pemutaran film pendek yang kemudian membentuk ekosistem yang solid. Ekosistem ini mempertemukan komunitas, rumah produksi, hingga menciptakan peluang kemitraan dengan industri yang lebih besar. Kolaborasi dan jejaring yang terbentuk dari kegiatan-kegiatan ini pada akhirnya akan mendorong tumbuhnya industri film di daerah.

Meskipun Kabupaten Kuningan hingga saat ini belum memiliki fasilitas bioskop, semangat para sineas muda di daerah tersebut tidak surut. Ketua Forum Film Kuningan, Ence Bagus Hartono, mengungkapkan bahwa kegiatan screening film yang rutin diadakan menjadi ruang penting bagi para sineas lokal untuk bertukar ide dan memupuk semangat berkarya.

Para sineas di Kuningan tetap bersemangat memproduksi film dan menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan masyarakat. Mereka berharap karya-karya film lokal dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk diputar dan dinikmati oleh publik. Keinginan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk membangun bioskop, yang diharapkan dapat menjadi katalis bagi industri film lokal.

Rencana pembangunan bioskop di kawasan bekas lapangan pacuan kuda merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mendukung aspirasi para sineas. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemutaran film, tetapi juga pusat pengembangan bakat dan kreativitas bagi komunitas perfilman Kuningan. Dengan demikian, ekosistem film daerah dapat tumbuh lebih pesat dan melahirkan lebih banyak karya berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi