Bupati Bogor Ade Yasin Dinobatkan sebagai 'Bunda Desa'
Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin dinobatkan sebagai Bunda Desa atas dedikasinya dalam upaya percepatan pembangunan di desa. Ade dianggap berani mengambil risiko saat menganggarkan bantuan keuangan 'Satu Miliar Satu Desa' (Samisade).
Penobatan Ade Yasin sebagai Bunda Desa, dilakukan dalam pelantikan Pengurus Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) periode 2021-2027 di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Kamis (17/6).
Setidaknya ada empat kebijakan Ade Yasin yang dianggap sangat baik dalam pembangunan desan hingga dinobatkan sebagai Bunda Desa. Yakni, peningkatan SDM desa lewat sekolah pemerintah desa, peningkatan digitalisasi dan smart villade, gelaran lomba wisata desa dan penguatan Bumdes dan terakhir percepatan infrastruktur melalui bedah kampung, penuntasan 215 jembatan ramayan dan tentunya program Samisade.
"Terima kasih tadi saya dinobatkan sebagai Bunda Desa, itu adalah sebuah penghargaan, mungkin mereka mengamati saya fokus membangun desa, kemanfaatan saya sebagai kepala daerah itu terasa di desa terutama dari segi memberikan anggaran yang diluncurkan untuk desa. Pembinaan dan peningkatan SDM akan kami lakukan secara intens. Kita ingin desa di Kabupaten Bogor, yang dekat dengan Jakarta ini bisa lebih maju, hal ini harus memicu kita untuk terus fokus membangun desa, baik itu pembangunan fisik maupun sumber daya manusia," kata Ade.
Ade juga mengingatkan PABPDSI agar terus bersinergi dengan Kepala Desa untuk terus membangun desa. Ade Yasin menambahkan, pengukuhan PABPDSI sekaligus jadi momentum untuk membangkitkan Wisata Desa, karena Desa Wisata hari ini juga jadi salah satu andalan untuk ikut serta pemulihan ekonomi daerah.
"Wisata Desa itu salah satu potensi, potensi desa itu yang harus dikembangkan, dimanfaatkan, dimaksimalkan. Banyak proses yang kita bantu, termasuk peningkatan infrastruktur di Desa menuju lokasi wisata. Kita juga ada lomba wisata desa, yang dikhususkan untuk desa-desa yang punya potensi wisata. Dan lebih difokuskan kepada yang dikelola oleh Bumdes," terang Ade.
Ade Yasin berharap desa tidak melulu bergantung pada APBD, dengan potensi desa yang ada, desa juga memiliki peluang besar untuk menghasilkan PAD sendiri untuk desa. Wisata Desa harus punya nilai positifnya untuk desa.
"Puluhan desa sudah mulai menggarap untuk menjadi Desa Wisata yang baik, yang kita lihat potensinya sudah cukup bagus adalah Desa Malasari Kecamatan Nanggung, sudah ada paket wisata, ini yang kita inginkan, ada paket menginap di desa, paket wisata alam dan lain-lain. Itu sudah dikelola sendiri oleh masyarakat dan menjadi sumber pendapatan masyarakat," kata dia.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya