Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Aa Umbara Diduga Minta Guru Honorer Dukung Anak & Adiknya di Pileg

Bupati Aa Umbara Diduga Minta Guru Honorer Dukung Anak & Adiknya di Pileg Pasangan Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan daftar Pilkada Bandung Barat. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar video Bupati Bandung Barat, Aa Umbara diduga meminta guru honorer membantu pemenangan anak dan adiknya dalam Pilihan Legislatif (Pileg) 2019. Hal itu membuatnya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik itu, Aa Umbara mengenakan seragam dinas. Ia diduga melakukan pembicaraan dengan sejumlah orang diduga guru honorer di ruang kerjanya. Diduga hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Imam Santoso.

Ia meminta guru honorer memilih adik dan anaknya dalam pileg. Jika keluarganya terpilih sebagai anggota DPRD Jabar dan DPR RI maka upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer bisa dengan mudah didapatkan.

"Hari ini, Aa Umbara sudah jadi Bupati Bandung Barat. Kalau saya bukan bupati, gak mungkin acc. Tetapi ada cita-cita pak kadis, naon (apa)? Hayang anak saya jeung adik saya (mau anak saya dan adik saya) jadi anggota DPR RI dan anggota DPRD Provinsi," kata Uu dalam video.

"Sugan weh atuh da ayeuna guru honorer ku abdi dibere (barangkali kan sekarang guru honorer saya kasih). Abdi mah teu menta nanaon, menta sora weh (saya ga minta apa-apa, minta suara aja). Wajarnya?(wajar kan)" lanjutnya.

Setelah itu, Umbara terdengar menanyakan data jumlah guru honorer di Kabupaten Bandung Barat. Kemudian, diduga Kadis Pendidikan Iman Santoso terdengar menimpali. Imam menyebut jumlah guru honorer saat ini 3.972 orang.

Saat dikonfirmasi, Bawaslu Bandung Barat sudah menerima informasi awal tentang video yang menampilkan dugaan ajakan Bupati Aa Umbara kepada guru honorer tersebut.

Komisioner Bawaslu bidang penindakan, Ai Wildani Sri Aidah menyebut harus menunggu laporan resmi dari pelapor untuk menjelaskan bagaimana informasi itu didapatkan.

"Informasi awal, ada pejabat negara yang mengarahkan untuk memenangkan salah satu calon tertentu dan video itu menjadi petunjuk bagi kami," katanya.

Ai mengakui jika pejabat negara tidak berkampanye terhadap calon tertentu baik di Pileg maupun Pilpres, kecuali telah mengajukan cuti.

Sementara itu, Aa Umbara menyatakan bahwa pernyataan kepada guru Honorer itu bersifat spontanitas. Meski tidak secara detil, Ia menegaskan tidak ada komitmen khusus dalam pertemuan itu.

"Tidak teringat, karena spontanitas saja. Karena itu adek dan anak saja. Nggak kita nggak nyebut partai. Itu biasa saja. Saya enggak tahu itu direkam. Tidak mengarahkan (mendukung), berharap (suara) juga tidak," katanya di KBB, Kamis (27/12).

Aa Umbara membenarkan bahwa pertemuan itu berlangsung bersama sejumlah guru honorer. Ia pun akan kooperatif jika Bawaslu melakukan pemanggilan untuk meminta keterangan.

"Saya mau senyum saja. Kalau terganggu (video tersebar) sih nggak. Pas saya lihat videonya, oh saya bilang gitu yah," ucapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP