SINGARAJA, Bali – Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Suwindia, menyerukan kepada ratusan lulusan baru untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, melainkan berani menjadi pencipta lapangan kerja. Ajakan ini disampaikan dalam acara wisuda yang berlangsung di Singaraja, Provinsi Bali, sebagai respons terhadap kondisi ketenagakerjaan saat ini.
Sebanyak 446 orang lulusan, terdiri dari program Pascasarjana (S2) dan Sarjana (S1), diminta untuk memanfaatkan bekal kompetensi yang telah diperoleh selama masa studi. Suwindia menekankan pentingnya peran aktif alumni dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pesan ini menggarisbawahi visi IAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk menghasilkan individu yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika pasar kerja global. Lulusan diharapkan mampu beradaptasi serta menciptakan peluang usaha baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Bekal Kompetensi dan Semangat Wirausaha Lulusan IAHN Mpu Kuturan
I Gede Suwindia menjelaskan bahwa seluruh lulusan IAHN Mpu Kuturan telah dibekali dengan kompetensi tambahan yang tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Bekal ini dirancang untuk memberikan nilai lebih kepada para alumni agar siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
“Kami berpesan kepada seluruh alumni, jangan hanya berorientasi menjadi pegawai pemerintah. Manfaatkan keterampilan yang telah diperoleh selama kuliah untuk membuka peluang usaha sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," tegas Suwindia. Dorongan ini bertujuan agar lulusan IAHN Mpu Kuturan memiliki mentalitas kewirausahaan yang kuat.
Pihak institut berharap para lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah dan tidak terpaku pada jalur karier tradisional. Kemandirian dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan di era modern ini.
Advertisement
Melalui pembekalan ini, IAHN Mpu Kuturan Singaraja berupaya mencetak individu yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki inisiatif untuk berkontribusi nyata pada perekonomian. Fokus pada penciptaan lapangan kerja diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Advertisement
Inspirasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa dan Nilai Integritas
Suwindia juga memberikan contoh konkret dari beberapa mahasiswa yang telah aktif berwirausaha melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berbasis ekonomi kreatif dan bisnis daring. Fenomena ini menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan telah tumbuh subur di kalangan mahasiswa IAHN Mpu Kuturan.
“Mahasiswa kami sudah memiliki unit usaha sendiri, berkoordinasi dengan teman-teman lintas prodi dan memanfaatkan dunia digital untuk berjualan online. Itulah bentuk nyata kemandirian yang kami dorong,” ujarnya. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para lulusan baru untuk mengikuti jejak serupa.
Selain fokus pada kemandirian ekonomi, Rektor IAHN Mpu Kuturan juga berpesan kepada para lulusan untuk tetap menjunjung tinggi nilai integritas, spiritualitas, dan cinta dalam berkarya. Nilai-nilai ini dianggap krusial di tengah perkembangan global yang pesat.
Advertisement
“Tetaplah berjalan di atas rel kebenaran dan berkaryalah dengan cinta. Publik akan menilai, dan mereka yang tulus pasti akan diterima,” pungkas Suwindia, menekankan pentingnya etika dan ketulusan dalam setiap langkah karier dan usaha yang dijalankan oleh lulusan IAHN Mpu Kuturan.
Advertisement
Ratusan Lulusan dari Berbagai Daerah Siap Berkarya
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja baru saja melaksanakan wisuda dengan total 446 orang lulusan. Dari jumlah tersebut, 124 orang merupakan lulusan Program Pascasarjana (S2) dan 322 orang dari Program Sarjana Strata 1 (S1).
Rata-rata masa studi untuk program S2 mencapai 2,5 tahun, sementara untuk program S1 adalah empat tahun. Keberagaman asal daerah juga terlihat jelas, dengan 116 wisudawan berasal dari luar Bali, termasuk Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
Dalam kesempatan istimewa tersebut, Institut Mpu Kuturan turut memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi akademik yang telah dicapai.
Advertisement
Berikut adalah daftar wisudawan terbaik yang menerima penghargaan:
- Made Mudikusrini (S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan)
- Kadek Anisa (PGSD)
- Luh Putu Dila Permata Sari (Ilmu Komunikasi Hindu)
- Putu Sinta Prathiwiningsih (Filsafat Hindu)
- I Putu Juni Astrawan (Hukum Agama Hindu)
Para lulusan ini diharapkan dapat membawa semangat inovasi dan integritas ke daerah asal mereka masing-masing, serta menjadi agen perubahan yang positif. Dengan bekal ilmu dan nilai-nilai yang ditanamkan, lulusan IAHN Mpu Kuturan siap menghadapi tantangan global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews