Buat Order Fiktif, 8 Pengemudi Online 'Tuyul' Diamankan

Senin, 22 Juli 2019 22:14 Reporter : Kirom
Buat Order Fiktif, 8 Pengemudi Online 'Tuyul' Diamankan driver online tuyul diamankan Polres Tangsel. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kejar bonus dari order fiktif, 8 pengemudi taksi dan ojek online dibekuk Polres Kota Tangsel. Dari order fiktif yang dijalankan, para pelaku berhasil meraup untung hingga Rp3 juta perhari.

Kapolres Kota Tangsel, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, delapan orang tersebut diamankan di tempat nongkrongnya di Rawa Mekar, Tangerang Selatan. Mereka merupakan sindikat pelaku penipuan order online fiktif demi meraup poin dari provider layanan transportasi online GO-Jek.

Delapan pelaku yang diamankan itu, Achmad Arif Febi Ruchyadi (28), Irpan (25), Bima Alan Buana Saputra (24), Dian Azhari (31), Felix Prastatama Yudian Bangsa (21), Nadi Asmad (41), Taupik Kurniawan (47) dan Siti Hodijah (35). Mereka bekerja dengan menggunakan fake GPS, guna membuat order fiktif terhadap akun-akun driver para pelaku yang telah terdaftar.

"Mereka beraksi menggunakan fake GPS, dengan mengakali aplikasi GPS yang sudah mereka setting untuk mendapatkan order fiktif," kata Ferdy di Mapolresta Tangsel, Senin (22/7).

Dari order fiktif itu, para pelaku memaksimalkan permintaan order layanan transportasi. Tujuannya agar mendapat poin dan bonus yang diberikan ke masing-masing akun aplikasi driver.

"Fake GPS ini bekerja untuk berpura-pura memesan ojol, sampai berpura-pura mengantarkan penumpang. Mereka berperan seolah ada pesanan ke aplikasi GO-Jek, padahal pesanannya tidak ada. Mereka menggunakan fake GPS atau akun GPS palsu, sehingga itu yang terdata di sistemnya GO-Jek seolah-olah menerima orderan," jelasnya.

Dari poin-poin reward yang ditembus dari fake GPS, para pelaku meraup untung hingga Rp 3 juta perhari. Uang tersebut, kemudian dibagi rata ke masing-masing pelaku.

"Untuk poin ojek online jika menembus 30 poin, mereka mendapatkan cashback Rp200 ribu, jika GO-Car 21 poin mereka mendapat cashback Rp400 ribu," jelas Kasat Reskrim Polresta Tangsel, AKP Muharam Wibisono.

Dari kejadian itu, pihak GO-Jek mengaku, mengalami kerugian hingga setengah miliar rupiah. "Kalau secara data yang diberikan pihak Go Jek kepada penyidik, kurang lebih lebih (kerugian) Rp 500 juta selama tiga bulan," ungkap Muharam.

Salah seorang pelaku, Dian Azhari mengaku, memiliki beberapa akun fiktif untuk melakukan pemesanan online ke akun driver yang dimilikinya. Untuk satu kali pemesanan, dia hanya membutuhkan waktu antar 15 sampai 30 menit.

"Sehari 15 sampai 16 kali (order fiktif)," ujarnya.

Atas perbuatan para pelaku, diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun, sesuai Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) dan atau Pasal 33 UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan Pasal 378 tentang penipuan. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini