Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, melalui anak usahanya Bank Syariah Nasional (BSN), telah menyalurkan bantuan signifikan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Total bantuan mencapai Rp1,2 miliar, diserahkan langsung kepada pemerintah setempat dan institusi pendidikan. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban para penyintas yang kini berada di pengungsian.
Penyerahan bantuan ini dilakukan pada Senin, 02 Desember, oleh Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar dan Direktur Utama PT BSN Alex Sofjan Noor. Mereka menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako di Gedung Tgk Chik Pante Geulima, Kecamatan Meureudu. Kehadiran langsung petinggi bank ini menunjukkan komitmen kuat dalam membantu pemulihan pasca-bencana.
Banjir parah yang melanda Pidie Jaya telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas, termasuk putusnya jembatan penghubung penting. Bantuan ini diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan pokok warga serta mendukung upaya perbaikan fasilitas umum yang vital. Fokus utama adalah pada pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur daerah.
Advertisement
Advertisement
Detail Penyaluran Bantuan BTN untuk Korban Banjir Pidie Jaya
Dalam upaya meringankan dampak bencana, Bank BTN menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp500 juta kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dana ini akan didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kerja sama dengan TNI dan pemerintah setempat. Penyaluran bantuan korban banjir ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah tersebut.
Selain itu, BTN juga menggandeng institusi pendidikan tinggi di Aceh untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof. Marwan, menerima dana TJSL sebesar Rp500 juta. Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menerima bantuan senilai Rp200 juta, total Rp700 juta, untuk mendukung komunitas akademis dan masyarakat di sekitar kampus.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menyatakan, "Kami melihat langsung kerusakan akibat banjir sangat parah, banyak infrastruktur rusak serta jembatan penghubung Bireuen ke Sumatera Utara putus." Pernyataan ini menegaskan urgensi dari bantuan yang disalurkan. Kehadiran rombongan BTN dan BSN juga dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan penyintas bencana, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan hiburan kepada anak-anak di pengungsian dengan sejumlah mainan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Banjir dan Apresiasi Pemerintah Daerah atas Bantuan BTN
Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya telah menimbulkan kerusakan yang sangat signifikan pada berbagai sektor, termasuk infrastruktur vital. Jembatan penghubung Bireuen ke Sumatera Utara dilaporkan putus, mengganggu mobilitas dan perekonomian daerah secara drastis. Kondisi ini memerlukan dukungan cepat untuk rehabilitasi dan rekonstruksi menyeluruh agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Masyarakat terdampak saat ini sangat membutuhkan berbagai jenis dukungan, mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian, hingga fasilitas dasar. Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyoroti pentingnya bantuan terkait sanitasi yang layak, ketersediaan air minum bersih, serta perbaikan gedung-gedung sekolah yang rusak. Ketersediaan fasilitas ini krusial untuk menjaga kesehatan publik dan keberlanjutan pendidikan anak-anak di tengah kondisi darurat.
Hasan Basri menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan bantuan yang diberikan oleh BTN dan BSN. "Terima kasih kepada BTN dan BSN. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kami yang sudah enam hari berada di pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan," ujarnya. Bantuan korban banjir ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pemulihan ekonomi dan sosial di Pidie Jaya, serta mempercepat proses kembali ke kehidupan normal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews